RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Bencana banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Batang selama hampir sepekan kini mulai menyisakan masalah kesehatan serius. Sejumlah warga di Desa Klidang Lor dan Klidang Wetan mulai mengeluhkan infeksi kulit berupa gatal-gatal hebat dan iritasi, terutama pada area kaki.
Kondisi ini dipicu oleh kontak langsung yang terlalu lama dengan air banjir yang telah tercemar limbah dan kotoran. Merespons hal tersebut, tim medis dari Puskesmas Batang 2 langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan door-to-door sekaligus membagikan obat-obatan serta salep kulit.
Kepala Puskesmas Batang 2, Munawaroh, mengonfirmasi bahwa infeksi kulit menjadi keluhan paling dominan yang ditemukan di lapangan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, puluhan warga terindikasi mengalami kutu air dan iritasi kulit yang mengganggu aktivitas.
Baca Juga:Sambut Harlah Ke-103 NU, PCNU Kota Pekalongan Gelar Ziarah Muassis ke Makam Para Tokoh dan PendiriBanjir Rendam 90 Rumah di Desa Pait Pekalongan, Puluhan Warga Mengungsi ke Mess Pabrik Lokatex
“Kami membagikan salep untuk mengurangi infeksi kepada 20 warga yang kakinya mengalami gatal-gatal,” ujar Munawaroh saat melakukan peninjauan medis di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, Sabtu (17/1/2026).
Waspada Diare dan Lingkungan Tidak Higienis
Selain masalah kulit, tim medis juga menemukan adanya tren kenaikan kasus diare di kalangan pengungsi dan warga yang bertahan di rumah. Hal ini disebabkan oleh lingkungan yang tidak lagi higienis serta terbatasnya akses air bersih pascabanjir melanda wilayah tersebut selama lima hari terakhir.
Pihak Puskesmas telah menyiagakan petugas di Balai Desa Klidang Lor dan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) setempat guna memastikan layanan kesehatan tetap terjangkau oleh warga.
“Kami melakukan pemeriksaan langsung kepada warga yang terdampak banjir selama lima hari terakhir. Selain itu, kami juga menyiagakan petugas di posko kesehatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelas Munawaroh.
Air Banjir Masih Pasang Surut
Salah seorang warga terdampak, Ana, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas medis. Ia mengeluhkan gatal-gatal di kaki akibat rumahnya terendam air setinggi hampir satu meter selama empat hari berturut-turut.
“Alhamdulillah dapat salep dan langsung dipakai. Dari kemarin sudah gatal-gatal akibat kutu air. Banjirnya sempat hampir satu meter dan sekarang mulai surut,” ungkap Ana penuh syukur.
