RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan setempat menerjunkan sejumlah tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi munculnya berbagai penyakit pascabanjir, khususnya di lokasi pengungsian.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto, menyampaikan bahwa seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan telah dikerahkan untuk menangani kesehatan warga terdampak. Tenaga medis diterjunkan langsung ke posko-posko pengungsian guna memastikan kebutuhan layanan kesehatan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
“Pelayanan kesehatan dilakukan secara langsung di lokasi pengungsian. Pemeriksaan kesehatan terhadap pengungsi dilakukan secara rutin setiap hari di seluruh pos kesehatan yang tersedia,” ungkapnya.
Baca Juga:Banjir Rendam SDN 2 Yosorejo Pekalongan, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring Hingga Air SurutBanjir Kendal Rendam Puluhan Sekolah: Siswa Belajar Daring & Damkar Dikerahkan Bersihkan Sisa Lumpur
Selain menurunkan tenaga medis, Dinas Kesehatan juga menyiapkan berbagai kebutuhan obat-obatan, termasuk salep untuk mengatasi keluhan gatal-gatal yang banyak dialami warga akibat kontak langsung dengan air banjir. Berdasarkan hasil pemantauan, gangguan kesehatan yang paling banyak dikeluhkan hingga saat ini masih didominasi penyakit kulit berupa gatal-gatal.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, seluruh pos pengungsian telah dilengkapi layanan medis. Setiap pos dijaga oleh tenaga kesehatan dengan jumlah bervariasi, rata-rata antara tiga hingga lima orang, serta mendapatkan dukungan tambahan dari puskesmas terdekat sesuai kebutuhan di lapangan.
Ditambahkan untuk saat ini seperti Puskesmas Tirto 1 melaksanakan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi, meliputi Puskesmas Induk Pacar, Pustu Wuled, Pustu Sidorejo, Pustu Dadirejo, Posko Pengungsian Masjid Jami Pacar, Posko Pengungsian TPQ Nurul Hasan Pacar, Posko Masjid Jami Tanjung, serta Gedung Serbaguna Samborejo.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan terus melakukan pemantauan intensif untuk mencegah munculnya penyakit lain yang berpotensi timbul akibat kondisi lingkungan pascabanjir, sekaligus memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga. (yon)
