Banjir Kendal Rendam Puluhan Sekolah: Siswa Belajar Daring & Damkar Dikerahkan Bersihkan Sisa Lumpur

Banjir Kendal Rendam Puluhan Sekolah: Siswa Belajar Daring & Damkar Dikerahkan Bersihkan Sisa Lumpur
ABDUL GHOFUR PENYEMPROTAN - Petugas Damkar melakukan penyemprotan lumpur dan air yang menggenangi halaman sebuah sekolah dasar di Kecamatan Kota Kendal, Senin (19/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Puluhan sekolah di Kabupaten Kendal ikut terdampak banjir yang berlangsung pada Sabtu sampai Minggu (17-18/1/2026). Sebagai akibatnya, aktivitas pembelajaran normal belum bisa dilaksanakan pada Senin (19/1/2026), diganti dengan pembelajaran dari rumah (daring).

Banjir yang terjadi merata di Kabupaten Kendal ini telah mengakibatkan sejumlah sarana dan prasarana pendidikan. Meski genangan air mulai surut pada Senin kemarin, namun pihak sekolah perlu melakukan pembersihan agar proses pembelajaran bisa kembali dilaksanakan secara normal.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, banjir merendam sekolah negeri maupun swasta di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Kendal tercatat 12 SMP dan 16 SD terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Rowosari terdapat 6 sekolah, Brangsong 16 SD, Ringinarum 1 TK/PAUD, Kaliwungu 4 SD, Pegandon 2 SD, Brangsong 4 sekolah, serta Ngampel 2 sekolah.

Baca Juga:Tangani Banjir Pekalongan Barat, Pemerintah Siapkan Rp50 Miliar untuk Normalisasi Sungai BremiDPRD Batang Sentil Minimnya Sosialisasi Proyek Jargas Gringsing, Progres 83% Tapi Dewan Tak Dilibatkan

Sejumlah sekolah yang terdampak cukup parah antara lain SMP Negeri 1 Kendal dan SD Negeri 2 Pegulon. Air banjir sempat menggenangi seluruh ruang kelas.

Adapun pembersihan dilakukan oleh penjaga dan para guru dengan dibantu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) serta BPBD Kendal, karena halaman sekolah masih tergenang dan dipenuhi lumpur sisa banjir.

Kepala SD Negeri 2 Pegulon Kendal, Kholifah, mengatakan banjir mulai masuk ke lingkungan sekolah sejak Sabtu dan menyebabkan seluruh ruang kelas terendam.

“Sejak Sabtu ruang kelas sudah terendam banjir sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa ditiadakan. Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara daring oleh masing-masing guru,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak sekolah telah mengamankan aset penting seperti komputer dan buku, sehingga tidak ada kerusakan fasilitas sekolah akibat banjir.

Sementara itu, petugas Damkar Kendal Aput Eka Wartana menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah permintaan bantuan pembersihan dari sekolah-sekolah terdampak banjir.

“Sejak Senin pagi kami bersama BPBD Kendal fokus melakukan pembersihan di sekolah-sekolah terdampak banjir. Untuk kantor pemerintahan yang juga terdampak, sementara belum kami tangani,” tegasnya. Hingga Senin siang, proses pembersihan masih terus berlangsung agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal. (fur)

0 Komentar