RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan SDN 2 Yosorejo terendam banjir sejak akhir pekan lalu. Akibat kondisi lingkungan sekolah yang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka, pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi dalam jaringan (daring) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kepala SDN 2 Yosorejo, Winarni, mengonfirmasi bahwa kebijakan daring ini sudah mulai diterapkan sejak hari Sabtu kemarin. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa serta tenaga pendidik.
“Hari Sabtu kemarin sudah mulai daring. Terkait sampai kapan sistem ini diberlakukan, kami belum bisa memutuskan secara pasti. Kami masih memantau situasi dan akan kembali membuka sekolah sampai keadaan benar-benar memungkinkan,” ujar Winarni.
Baca Juga:Banjir Kendal Rendam Puluhan Sekolah: Siswa Belajar Daring & Damkar Dikerahkan Bersihkan Sisa LumpurTangani Banjir Pekalongan Barat, Pemerintah Siapkan Rp50 Miliar untuk Normalisasi Sungai Bremi
Kondisi ini diperparah dengan laporan bahwa banjir tidak hanya merendam area sekolah, tetapi juga merambah ke pemukiman warga. Winarni menyebutkan bahwa cukup banyak rumah siswa yang turut terendam banjir, sehingga mengikuti pembelajaran dari rumah menjadi pilihan paling realistis saat ini.
Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan berharap debit air segera surut agar aktivitas pendidikan di SDN 2 Yosorejo dapat kembali berjalan normal.(mal)
