DPRD Batang Sentil Minimnya Sosialisasi Proyek Jargas Gringsing, Progres 83% Tapi Dewan Tak Dilibatkan

DPRD Batang Sentil Minimnya Sosialisasi Proyek Jargas Gringsing, Progres 83% Tapi Dewan Tak Dilibatkan
M DHIA THUFAIL BAHAS PROYEK JARGAS - RDP DPRD Batang mengenai proyek Jaringan Gas (Jargas) Bumi untuk rumah tangga di Kecamatan Gringsing.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – DPRD Kabupaten Batang menyatakan kekecewaannya terhadap penyelenggaraan proyek Jaringan Gas (Jargas) Bumi untuk rumah tangga di Kecamatan Gringsing. Pasalnya, proyek yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dinilai minim sosialisasi dan berjalan tanpa pelibatan legislatif daerah.

Akibatnya, DPRD justru “ketiban” persoalan di lapangan karena masyarakat mengaku terdampak dan mempertanyakan pelaksanaan proyek tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Batang, Kukuh Fajar Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi yang digelar saat ini sejatinya sudah terlambat. Menurutnya, forum sosialisasi baru dilakukan setelah muncul banyak keluhan dari masyarakat.

Baca Juga:Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Teken Komitmen Ketahanan Pangan Jateng 2026, Siap Jaga Lumbung PanganBentuk Kepedulian NU Peduli, PCNU Kota Pekalongan Distribusikan 2.000 Nasi Bungkus Per Hari untuk Korban Banji

“Kenapa hari ini ada sosialisasi, itu karena ada masukan dari masyarakat. Banyak yang merasa tidak dilibatkan, tidak memperoleh informasi, dan tidak pernah ikut sosialisasi sejak awal,” ujar Kukuh saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Batang, Senin (19/1).

Ia menegaskan, DPRD sama sekali tidak pernah menerima paparan terkait proyek PSN tersebut.

“DPRD baru tahu setelah pekerjaan berjalan. Padahal progresnya sudah 80 persen,” tegasnya.

Kondisi itulah yang melatarbelakangi DPRD meminta agar sosialisasi dan paparan proyek dilakukan secara terbuka di forum DPRD, agar menjadi catatan penting ke depan.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Batang, Faturakhman, menyebut sosialisasi proyek Jargas baru dilakukan setelah kegiatan berjalan, bahkan informasi awal justru diterima melalui media sosial.

“Informasi itu awalnya muncul di medsos, lalu disampaikan teman-teman dewan di dapil masing-masing lewat grup WhatsApp,” ujarnya.

Menurutnya, anggota DPRD kerap dianggap sebagai ujung tombak di lapangan yang serba tahu, padahal dalam kasus ini justru tidak mendapatkan informasi resmi.

Baca Juga:Warga Batang Mulai Diserang Gatal dan Diare Pascabanjir, Puskesmas Batang 2 Gerak Cepat Bagikan Salep!Lawan Sampah, Fatayat NU Kendal Luncurkan Gerakan Shosfa dan Komitmen Kurangi Plastik dari Rumah

Meski demikian, Faturakhman menegaskan DPRD tetap mendukung proyek PSN demi kemaslahatan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar proses komunikasi tidak diabaikan.

“Pembangunan jangan sampai menjadi bumerang. Kami yang hidup di tengah masyarakat sering jadi tumpuan pertanyaan, sementara kami sendiri tidak tahu detailnya,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Arieyanto, mendorong agar program Jargas tidak hanya berhenti di Kecamatan Gringsing, tetapi bisa diperluas ke kecamatan lain.

0 Komentar