“Tadi disampaikan program ini efisien. Kalau memungkinkan, kami minta kuota ditambah. Bisa diperluas ke Kecamatan Tulis, syukur-syukur bisa sampai Kecamatan Batang,” ujarnya.
Namun, ia juga menyoroti peran bagian perekonomian Pemkab Batang yang dinilai lamban dalam menyampaikan informasi ke DPRD.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Batang, Muafi, menilai minimnya sosialisasi dalam proyek PSN berpotensi memunculkan keresahan dan merusak rasa keadilan di masyarakat.
Baca Juga:Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Teken Komitmen Ketahanan Pangan Jateng 2026, Siap Jaga Lumbung PanganBentuk Kepedulian NU Peduli, PCNU Kota Pekalongan Distribusikan 2.000 Nasi Bungkus Per Hari untuk Korban Banji
“Ini ironi. DPRD saja tidak tahu, apalagi rakyat. Padahal mestinya sosialisasi dilakukan sejak awal agar masyarakat paham proses dan manfaatnya,” kata Muafi.
Muafi menegaskan, komunikasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan DPRD menjadi kunci agar pembangunan benar-benar membawa manfaat dan keadilan bagi masyarakat.
“Kalau sejak awal sosialisasi dijalankan dengan baik, saya yakin keresahan masyarakat tidak akan terjadi,” tutupnya.
Ketua DPRD Batang, Su’udi, mengingatkan bahwa dewan adalah “benteng pertama” tempat warga mengadu. Mengabaikan dewan dalam proyek strategis dianggap sebagai langkah yang keliru.
“Kita di sini sebagai wakil rakyat, sehingga jika terjadi sesuatu di lapangan, maka masyarakat akan mengadu ke kita. Karena itulah, seharusnya pihak ESDM, rekanan, dan juga Pemkab, bisa berkomunikasi dengan kami,” terang Su’udi dengan tegas.
Di sisi lain, pihak Kementerian ESDM selaku pemilik hajat tak menampik adanya lubang komunikasi tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jargas Paket 3 yang meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wajo, Akhmad Rading, menyebut sosialisasi telah dilakukan kepada kepala daerah dan jajaran perangkat daerah hingga pemerintah desa.
“Tapi kalau sosialisasi dengan DPRD, memang baru hari ini kami lakukan dan baru pertama kali ini kami paparkan di hadapan DPRD. Di kabupaten dan kota lain juga memang tidak kami lakukan sosialisasi dengan DPRD,” imbuhnya.
Baca Juga:Warga Batang Mulai Diserang Gatal dan Diare Pascabanjir, Puskesmas Batang 2 Gerak Cepat Bagikan Salep!Lawan Sampah, Fatayat NU Kendal Luncurkan Gerakan Shosfa dan Komitmen Kurangi Plastik dari Rumah
Akhmad Rading menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan Jargas Paket 3 telah mencapai 83 persen. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir sudah mulai memasuki tahap pemasangan saluran ke kompor.
“Kemarin sudah mulai proses pemasangan saluran kompor. Minggu ini kami lanjutkan dengan penyambungan pipa ke sambungan rumah, kemudian akan dipasang meteran agar gas bisa dialirkan ke kompor,” jelasnya.
