Lestarikan Budaya Jawa, 94 Peserta Pawiyatan Panatacara Permadani Kendal Resmi Diwisuda Tahun 2026

Lestarikan Budaya Jawa, 94 Peserta Pawiyatan Panatacara Permadani Kendal Resmi Diwisuda Tahun 2026
ABDUL GHOFUR WISUDA - Kompak dan berwibawa dalam balutan busana adat—Wisuda Purna Wiyata Pawiyatan Panatacara Pamedhar Sabda PERMADANI Kendal, meneguhkan peran penjaga tata krama dan tutur budaya Jawa, Selasa (20/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Upaya menjaga kelestarian budaya Jawa di Kabupaten Kendal terus diperkuat. Sebanyak 94 peserta Pawiyatan Panatacara Pawedar Sabda yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) DPD Kendal resmi menjalani prosesi Wisuda Purna Wiyata, Selasa (20/1/2026).

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kendal, Beny Karnadi, yang juga dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Permadani bersama Plt Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari. Wisuda ini menjadi simbol keberhasilan mencetak kader-kader baru yang mahir dalam seni berbicara di depan publik menggunakan bahasa Jawa yang sesuai dengan pakem dan etika.

Wakil Bupati Beny Karnadi memberikan apresiasi tinggi kepada Permadani atas konsistensinya dalam nguri-uri atau merawat budaya Jawa di tengah gempuran arus modernisasi.

Baca Juga:Ribuan Hektare Sawah di Kendal Terendam Banjir, Padi Usia Muda Terancam Gagal Tumbuh, Petani Merugi!Banjir Pekalongan Rendam 150 Sekolah, Dindik Izinkan Siswa Belajar di Rumah dan Libur Situasional

“Melalui pendidikan dan pelatihan panatacara pawedar sabda di Permadani, telah melahirkan banyak alumni yang fasih berbicara bahasa Jawa sesuai pakem,” ujar Beny dalam sambutannya.

Komitmen Menjadi Penjaga Tradisi

Beny menekankan bahwa menjadi seorang panatacara (pembawa acara) atau pawedar sabda (pemberi sambutan) bukanlah perkara mudah. Keterampilan ini menuntut penguasaan tata bahasa, unggah-ungguh (tata krama), dan etika yang tidak bisa dipelajari secara instan.

Bahkan, Beny menceritakan pengalamannya yang pernah mendaftar kursus tersebut namun terkendala waktu. Hal ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi sangat diperlukan dalam pendidikan budaya ini.

“Ini membuktikan bahwa untuk menjadi panatacara yang baik tidak bisa setengah-setengah. Harus ada komitmen dan kesungguhan. Permadani adalah salah satu penjaga pintu gawang tradisi budaya Jawa,” tegasnya.

Generasi Muda Mulai Tertarik

Ketua DPD Permadani Kendal, Sapto Nugroho, mengungkapkan rasa bangganya atas tren positif perkembangan minat masyarakat. Meskipun kualitas personal tetap menjadi penentu di lapangan, ia melihat antusiasme terhadap kursus ini terus meningkat setiap tahunnya.

Menariknya, pendidikan budaya ini tidak lagi didominasi oleh kelompok dewasa. Sapto mencatat adanya pergeseran minat yang signifikan dari kalangan generasi muda, termasuk para pelajar tingkat menengah.

“Dengan banyaknya anak-anak muda yang mengikuti kursus ini, anggapan bahwa Permadani hanya untuk orang dewasa menjadi kurang tepat,” ungkap Sapto.

0 Komentar