RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ada pemandangan berbeda di balik jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan. Guna memperkuat pembinaan mental dan spiritual, pihak Rutan kini menerapkan sistem “Kartu Prestasi Santri” bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tengah mendalami ilmu agama di Masjid Baabuttaubah.
Program yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) ini menyasar warga binaan beragama Islam untuk belajar membaca Iqro, Al-Qur’an, hingga setoran hafalan surat-surat dalam Juz Amma. Uniknya, setiap progres mereka dicatat secara detail dalam kartu prestasi tersebut selayaknya santri di pondok pesantren pada umumnya.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa inovasi kartu ini bukan sekadar administrasi, melainkan instrumen penting untuk mengukur keberhasilan pembinaan keagamaan di dalam Lapas.
Baca Juga:Ribuan Hektare Sawah di Kendal Terendam Banjir, Padi Usia Muda Terancam Gagal Tumbuh, Petani Merugi!Banjir Pekalongan Rendam 150 Sekolah, Dindik Izinkan Siswa Belajar di Rumah dan Libur Situasional
“Kartu ini membantu kami memantau perkembangan dan kedisiplinan WBP secara berkelanjutan, sehingga pembinaan dapat berjalan lebih terarah,” ujar Nanang dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Pantau Hafalan dan Bacaan Secara Terstruktur
Dalam pelaksanaannya, pembinaan ini melibatkan peserta Magang Hub yang didampingi oleh Staf Pelayanan Tahanan, Fatah. Dengan adanya Kartu Prestasi Santri, petugas dapat memetakan kemampuan masing-masing WBP, mulai dari mereka yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah hingga yang sudah fasih bertadarus Al-Qur’an.
Kartu ini juga berfungsi sebagai alat kontrol keaktifan. WBP yang rajin mengikuti pengajian akan memiliki catatan yang lebih menonjol, yang nantinya bisa menjadi salah satu penilaian perilaku baik bagi warga binaan.
“Melalui pembinaan mengaji yang dilengkapi dengan sistem pencatatan yang terstruktur, Rutan Pekalongan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan, tetapi juga pada proses perkembangan spiritual warga binaan,” tambah Nanang.
Transformasi Spiritual di Masjid Baabuttaubah
Masjid Baabuttaubah di dalam kompleks Rutan kini menjadi pusat transformasi bagi para narapidana. Banyak dari mereka yang sebelumnya buta huruf Al-Qur’an kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan sejak kartu prestasi ini diberlakukan.
Sistem pencatatan yang transparan ini membuat warga binaan merasa lebih termotivasi karena progres belajar mereka dihargai dan tercatat secara resmi oleh institusi.
