RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekalongan terjun langsung memperkuat ketahanan pangan di tengah bencana banjir yang melanda sejak 17 Januari 2026. Ribuan paket makanan didistribusikan secara masif untuk menjangkau para pengungsi maupun warga yang memilih bertahan di rumah meski terendam air.
Banjir besar awal tahun ini tercatat berdampak pada sekitar 13.000 jiwa, dengan 2.500 di antaranya berada di titik pengungsian. Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, menekankan bahwa masifnya dampak banjir membuat pemerintah harus menggandeng seluruh komponen masyarakat, termasuk SPPG.
“Banjir di awal tahun 2026 ini betul-betul berdampak besar. Banyak warga terdampak, sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat,” ujar Yos saat ditemui di Posko Dapur Umum Dinsos-P2KB, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga:Aliran Sungai Sambong Terhambat Parkir Kapal, DKP Batang Siapkan Kolam Tambat 1 Hektare Demi Cegah BanjirDPRD Kendal Desak Pemkab Tangani Banjir Secara Serius, Jangan Sampai Jadi Agenda Rutin Tahunan!
Mekanisme Berbagi Tugas Konsumsi
Dalam skenario tanggap darurat ini, SPPG mengambil peran strategis untuk meng-cover kebutuhan makan siang. Sementara itu, dapur umum Dinsos-P2KB fokus mengolah bahan makanan untuk suplai pagi dan malam hari.
Masing-masing SPPG menyumbangkan sekitar 300 hingga 500 paket makanan siap santap. Partisipasi ini dinilai sangat membantu warga di luar pengungsian yang aktivitas masaknya lumpuh total namun enggan meninggalkan rumah.
“Jumlah warga yang tidak mengungsi juga cukup banyak. Mereka sama-sama terdampak, tidak bisa beraktivitas normal, bahkan tidak bisa memasak. Karena itu, partisipasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan,” jelas Yos.
Murni Donasi dan Tidak Mengganggu Program Sekolah
Yos Rosyidi memberikan klarifikasi tegas terkait sumber dana bantuan ini. Ia memastikan bahwa ribuan paket makanan tersebut berasal dari donasi mitra atau semacam dana CSR masing-masing SPPG, sehingga tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Itu di luar anggaran negara. Murni donasi, semacam CSR atau anggaran mitra dari masing-masing SPPG. Tidak mengganggu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah sama sekali,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator SPPG Kota Pekalongan, M. Noor Faishar Zakiy, menjelaskan bahwa aksi ini murni gerakan sukarela dari para mitra SPPG sebagai wujud kepedulian terhadap bencana di wilayah binaan masing-masing.
