Akses Wisata Pantai Ngebum Kendal Rusak Parah dan Berlubang, Dinas PUPR Janji Segera Lakukan Perbaikan

Akses Wisata Pantai Ngebum Kendal Rusak Parah dan Berlubang, Dinas PUPR Janji Segera Lakukan Perbaikan
ABDUL GHOFUR JALAN RUSAK - Pengendara sepeda motor melintas hati-hati di ruas jalan menuju Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kaliwungu, Kendal, yang dipenuhi lubang dan genangan air.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kendal dalam beberapa pekan terakhir memicu kerusakan parah di jalur utama menuju objek wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu. Kondisi aspal yang mengelupas dan lubang-lubang besar yang menganga kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga maupun wisatawan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan infrastruktur yang cukup memprihatinkan. Sejumlah lubang tercatat memiliki lebar hingga satu meter dengan kedalaman mencapai 20 sentimeter. Situasi ini diperparah dengan minimnya penerangan jalan umum (PJU), sehingga saat hujan turun, lubang-lubang tersebut kerap “menipu” pengendara karena tertutup genangan air.

Warga setempat, Nur Saidah, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini dipercepat oleh aktivitas kendaraan berat seperti dump truck yang melintas setiap hari. Sebagai akses utama menuju destinasi wisata populer, kondisi ini dinilai sangat merugikan citra daerah.

Baca Juga:Hindari Jalan Berlubang, Pelajar SMK di Pekalongan Tewas Kecelakaan Usai Tabrak Mobil dari Lawan ArusHNSI Batang Tolak Kapal Nelayan Jadi Kambing Hitam Penyebab Banjir, Desak Solusi Penanganan Komprehensif

“Jalannya sudah lama rusak, sekarang makin parah. Kalau hujan lubangnya tidak kelihatan dan sangat berbahaya. Ini akses wisata, tapi kondisinya seperti dibiarkan,” tegas Nur Saidah, Rabu (21/1/2026).

Jalur Vital Ribuan Pekerja Industri

Jalan di Desa Mororejo ini bukan sekadar jalur wisata. Jalur ini merupakan urat nadi bagi puluhan ribu pekerja yang menggantungkan hidupnya di Kawasan Industri Kendal (KIK) serta pabrik-pabrik besar seperti PT KLI dan PT TPI.

Arif, seorang pekerja yang setiap hari melintasi jalur tersebut, menceritakan pengalaman pahitnya terperosok ke dalam lubang. Ia mendesak pemerintah untuk segera bertindak sebelum ada korban jiwa yang lebih banyak akibat kelalaian pemeliharaan jalan.

“Lubangnya besar, tapi tertutup air. Lampu jalan juga minim. Saya pernah jatuh karena tidak tahu di depan ada lubang. Kami minta perbaikan dilakukan secepatnya demi keselamatan pengguna jalan,” tutur Arif dengan nada kecewa.

Respons Cepat Dinas PUPR

Menanggapi gelombang keluhan warga dan pekerja tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal memastikan tidak akan tinggal diam. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana menurunkan tim teknis untuk melakukan verifikasi di lapangan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kendal, Sudaryanto, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan unit pelaksana teknis daerah terkait untuk segera bergerak.

0 Komentar