RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mendapat suntikan kekuatan besar dalam menghadapi cuaca ekstrem. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menyerahkan dukungan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana senilai lebih dari setengah miliar rupiah pada Rabu, 21 Januari 2026.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, kepada Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi intensif guna memetakan kebutuhan mendesak di titik-titik pengungsian dan wilayah yang terisolasi luapan air.
“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi bersama Wali Kota Pekalongan, seluruh OPD teknis terkait, serta empat camat dari wilayah terdampak banjir dan pengungsian. Kami juga menyerahkan bantuan agar dapat segera dimanfaatkan di lapangan,” ujar Andi Eviana saat memimpin rapat di Ruang Rapat TPAD Setda setempat.
Baca Juga:Hindari Jalan Berlubang, Pelajar SMK di Pekalongan Tewas Kecelakaan Usai Tabrak Mobil dari Lawan ArusHNSI Batang Tolak Kapal Nelayan Jadi Kambing Hitam Penyebab Banjir, Desak Solusi Penanganan Komprehensif
Rincian Bantuan Senilai Rp573 Juta
Dukungan yang diberikan BNPB kali ini tergolong komprehensif, mencakup alat evakuasi hingga mobilitas distribusi logistik. Total nilai bantuan mencapai Rp573.734.000, dengan rincian:
Evakuasi & Operasional: 3 unit perahu karet, 3 unit mesin perahu 25 HP, 3 unit pompa alkon, dan 5 unit gergaji mesin.
Perlengkapan Petugas: 100 lembar kaos lapangan, 55 pasang sepatu boots, dan 55 stel jas hujan.
Armada Baru: 1 unit mobil pick-up operasional yang kini telah bersiaga di Kantor BPBD Kota Pekalongan.
Wali Kota Aaf menyatakan rasa syukurnya karena BNPB memenuhi seluruh daftar usulan yang diajukan oleh pemerintah daerah tanpa satu pun yang terlewat.
“Alhamdulillah, seluruh usulan bantuan yang kami ajukan kepada BNPB dipenuhi 100 persen. Ini sangat membantu kami di lapangan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan potensi banjir susulan,” terang Aaf.
Mitigasi Banjir dan Puting Beliung
Kondisi di Pekalongan memang tengah kritis. Pada malam sebelum penyerahan bantuan, hujan deras kembali menyebabkan luapan sungai di wilayah Pekalongan Selatan yang berdampak luas ke kecamatan lain. Selain banjir, ancaman angin puting beliung juga menjadi fokus mitigasi tim gabungan.
