RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan terus bekerja ekstra memenuhi kebutuhan logistik para penyintas banjir. Hingga Selasa siang, 20 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.450 warga kini bergantung pada suplai konsumsi dari Dapur Umum pusat akibat pemukiman mereka terendam luapan air.
Ribuan pengungsi tersebut tersebar di berbagai titik evakuasi, dengan konsentrasi massa terbesar berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat. Beberapa lokasi vital yang menjadi tempat bernaung warga antara lain SD Negeri 3 Tirto, Masjid Al-Karomah, Ar-Rabithah, serta sejumlah musala di Kelurahan Tirto.
Kepala Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, menjelaskan bahwa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, titik pengungsian kali ini terfokus pada wilayah Barat dan Timur, sementara wilayah Utara dan Selatan terpantau relatif aman.
Baca Juga:Menhub Cek Jalur Rel Pekalongan yang Terendam Banjir, PT KAI Bakal Tinggikan Rel 50 Cm Demi KeamananHindari Jalan Berlubang, Pelajar SMK di Pekalongan Tewas Kecelakaan Usai Tabrak Mobil dari Lawan Arus
“Yang paling banyak memang di Kecamatan Pekalongan Barat. Selain itu ada di SD 3 Tirto, Masjid Al-Karomah, masjid-masjid di Tirto, dan Ar-Rabithah. Di Kecamatan Pekalongan Timur juga ada, terutama di Ar-Rabithah,” ujar Yos saat ditemui di posko Dapur Umum, Selasa (20/1/2026).
Jadwal Distribusi Ketat: Tiga Kali Sehari
Guna menjamin ketersediaan pangan, tim Dapur Umum menerapkan jadwal distribusi yang ketat. Makanan pagi mulai dikirimkan pukul 06.30 WIB, disusul makan siang pada pukul 13.00 WIB, dan makan malam yang dipastikan sampai ke tangan pengungsi paling lambat pukul 20.00 WIB.
Selain permakanan, bantuan sandang dan perlengkapan tidur juga mulai mengalir dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak swasta melalui program CSR.
“Untuk yang masuk ke Dinsos, itu bantuan dari Provinsi Jawa Tengah, berupa family kit, kids wear, tikar, dan matras. Bantuan tersebut sudah kami bagikan ke posko Kecamatan Pekalongan Barat dan diserahkan langsung oleh Pak Wali Kota,” kata Yos.
Inventarisasi Matras dan Evaluasi Sungai Bremi
Belajar dari pengalaman sebelumnya, Dinsos kini menerapkan sistem inventaris tetap untuk bantuan matras dan tikar di lokasi-lokasi langganan pengungsi seperti Ar-Rabithah dan Masjid Al-Karomah. Hal ini dilakukan agar bantuan tidak dibawa pulang oleh warga sehingga siap digunakan kapan saja saat darurat kembali terjadi.
