Enam Hari Terendam Banjir, SDN 3 Karangsari Kendal Terpaksa Terapkan Pembelajaran Daring Total

Enam Hari Terendam Banjir, SDN 3 Karangsari Kendal Terpaksa Terapkan Pembelajaran Daring Total
ABDUL GHOFUR PENYEDOTAN - Mobil tangki melakukan penyedotan air banjir di lingkungan SD Negeri 3 Karangsari, Kecamatan Kendal, Selasa (20/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bencana banjir yang melanda wilayah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kian berdampak serius pada sektor pendidikan. Hingga hari keenam, Selasa (20/1/2026), kompleks SD Negeri 3 Karangsari masih terkepung air, yang memaksa pihak sekolah menghentikan aktivitas tatap muka.

Genangan air dengan ketinggian yang cukup signifikan terpantau menutupi seluruh area sekolah, mulai dari halaman depan, samping, hingga bagian belakang bangunan. Kondisi ini membuat akses bagi siswa maupun guru menjadi mustahil dan berisiko bagi keselamatan.

Kepala SDN 3 Karangsari, Normalia Eka Pratiwi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah darurat dengan mengalihkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke sistem jarak jauh atau daring.

Baca Juga:Menhub Cek Jalur Rel Pekalongan yang Terendam Banjir, PT KAI Bakal Tinggikan Rel 50 Cm Demi KeamananHindari Jalan Berlubang, Pelajar SMK di Pekalongan Tewas Kecelakaan Usai Tabrak Mobil dari Lawan Arus

“Kondisi air masih cukup tinggi. Depan, belakang, dan samping sekolah semuanya tergenang, sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan tatap muka. Murid-murid sudah daring selama tiga hari karena seluruh area sekolah terdampak banjir,” ujar Normalia saat memberikan keterangan di lokasi, Selasa (20/1/2026).

Inventaris Sekolah Aman, Namun Perpustakaan Masih Terendam

Meski sekolah telah terendam dalam waktu yang cukup lama, Normalia memastikan bahwa inventaris penting seperti dokumen dan peralatan elektronik dalam kondisi aman. Pihak sekolah telah melakukan antisipasi dini dengan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Namun, beberapa fasilitas vital sekolah belum dapat digunakan sama sekali. Ruang perpustakaan menjadi salah satu titik yang paling terdampak dan hingga kini masih terendam air, sehingga proses sterilisasi belum bisa dilakukan.

“Inventaris aman, tidak ada yang rusak. Tapi perpustakaan masih terendam dan belum bisa dibersihkan secara menyeluruh,” tambahnya.

Pembersihan dengan Bantuan PMI

Upaya pembersihan secara bertahap sebenarnya telah dimulai pada beberapa ruang kelas yang airnya mulai menyurut. Kegiatan ini dilakukan dengan bantuan dari personel Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal.

Kendati demikian, langkah penyedotan air menggunakan pompa belum bisa dilaksanakan secara optimal. Hal ini dikarenakan debit air di lingkungan sekitar sekolah masih sangat tinggi, sehingga dikhawatirkan air akan kembali masuk ke area kelas jika dipaksa disedot.

0 Komentar