RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN, TEMPO.CO – Tragedi maut kembali terjadi di jalan raya akibat infrastruktur yang rusak. Seorang pelajar SMK Muhammadiyah Kajen berinisial BRS (16) mengembuskan napas terakhir setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di jalur Kajen–Kandangserang, tepatnya di Desa Tambakroto, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa pagi, 20 Januari 2026.
Insiden memilukan ini diduga kuat dipicu oleh upaya korban menghindari jalan berlubang yang menganga di lokasi kejadian. Korban yang saat itu tengah menempuh perjalanan menuju sekolah, kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan.
Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Rony Hidayat, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.10 WIB. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), motor Honda Vario yang dikendarai korban bertabrakan hebat dengan sebuah mobil Toyota Avanza.
Baca Juga:HNSI Batang Tolak Kapal Nelayan Jadi Kambing Hitam Penyebab Banjir, Desak Solusi Penanganan KomprehensifRutan Pekalongan Luncurkan Kartu Prestasi Santri, Pantau Progres WBP Belajar Ngaji dan Hafal Quran
“Di lokasi kejadian terdapat jalan berlubang. Pengendara sepeda motor berusaha menghindari lubang tersebut, namun berjalan terlalu ke kanan dan masuk ke jalur lawan,” ungkap AKP Rony saat memberikan keterangan, Rabu (21/1/2026).
Upaya Medis yang Tak Tertolong
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami cedera kepala sedang serta patah tulang pada tangan kiri. Warga Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran ini sempat dilarikan ke RSUD Kajen sebelum akhirnya dirujuk ke RS Budi Rahayu untuk penanganan bedah saraf. Namun, takdir berkata lain; nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pagi.
Diketahui, korban BRS merupakan putra kedua dari Kasi Propam Polres Pekalongan. Pihak kepolisian juga mencatat bahwa saat kejadian, korban yang masih di bawah umur tersebut belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C.
Desakan Kewaspadaan di Jalur Rusak
Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bagi pengguna jalan dan pemangku kebijakan mengenai risiko jalan rusak. Jalur Kajen–Kandangserang selama ini dikenal sebagai rute yang ramai namun memiliki beberapa titik kerusakan yang membahayakan nyawa.
AKP Rony Hidayat pun melayangkan imbauan keras agar masyarakat lebih waspada dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintasi area yang berlubang.
“Kami mengingatkan pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati saat melintasi jalan berlubang guna mencegah kecelakaan fatal,” pungkas AKP Rony.
