“Dengan adanya kolam tambat labuh, kapal-kapal tidak lagi parkir di badan sungai. Harapannya, aliran air bisa lebih lancar meskipun cuaca ekstrem,” kata Agung dalam keterangan terpisah.
Menanggapi rencana tersebut, HNSI menekankan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Dialog antara pemerintah daerah, pemangku kebijakan di tingkat provinsi, dan masyarakat nelayan harus dikedepankan agar solusi yang diambil tidak justru mematikan mata pencaharian ribuan nelayan yang bergantung pada akses muara Sungai Sambong. (fel)
