RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kondisi kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan kini menghadapi tantangan baru pascabencana banjir. Bukan hanya soal pembersihan sisa lumpur, namun Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan melaporkan stok darah saat ini berada pada level kritis akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pantura dalam sepekan terakhir.
Menipisnya ketersediaan darah dipicu oleh penurunan drastis jumlah pendonor sukarela. Banyak akses jalan yang sempat terendam membuat mobilitas warga menuju kantor PMI terhambat, sementara di sisi lain, permintaan kantong darah dari sejumlah rumah sakit untuk kebutuhan pasien darurat tidak pernah berhenti.
Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela UDD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, mengonfirmasi bahwa kebutuhan darah harian di Kota Batik mencapai rata-rata 35 hingga 40 kantong. Namun, pada awal pekan ini, cadangan darah di lemari penyimpanan sempat menyentuh angka nol.
Baca Juga:Hindari Jalan Berlubang, Pelajar SMK di Pekalongan Tewas Kecelakaan Usai Tabrak Mobil dari Lawan ArusHNSI Batang Tolak Kapal Nelayan Jadi Kambing Hitam Penyebab Banjir, Desak Solusi Penanganan Komprehensif
“Kami akhirnya menerima bantuan dropping dari PMI Kabupaten Pemalang karena stok darah sempat kosong pada Senin (19/1/2026) lalu,” ungkap Fahmi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (20/1/2026).
Golongan Darah A dan B Jadi Prioritas
Menurut Fahmi, kekosongan stok yang paling mengkhawatirkan terjadi pada golongan darah A dan B. Mengingat akses jalan kini mulai berangsur normal pascasurutnya banjir, PMI Kota Pekalongan langsung bergerak melakukan “jemput bola” melalui layanan mobile unit.
Sejumlah titik strategis kini disasar untuk mengejar target pemenuhan stok, mulai dari instansi swasta, hotel, hingga lembaga pendidikan. Beberapa lokasi yang masuk dalam jadwal kunjungan antara lain:
- Rumah Sakit Budi Rahayu
- Lima Empat Motor dan Pendopo Trade Center
- SMA IT Assalam Boarding School
- Sejumlah hotel dan sekolah di wilayah kota.
Ajakan Donor untuk Kemanusiaan
PMI Kota Pekalongan mengimbau masyarakat yang dalam kondisi bugar untuk tidak ragu mendonorkan darahnya. Fahmi menekankan bahwa di tengah cuaca yang tidak menentu, menjaga kesehatan adalah kunci utama sebelum melakukan donor darah.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat, agar stok darah kembali aman dan kebutuhan pasien di rumah sakit dapat terpenuhi,” pungkasnya.
