RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kepedulian terhadap sesama terbukti tidak mengenal batasan usia. Keluarga besar SD Islam 02 Pekalongan menunjukkan aksi nyata dalam memulihkan keceriaan anak-anak penyintas bencana. Pada Selasa, 20 Januari 2026, ratusan siswa dari kelas I hingga VI mengumpulkan mainan kesayangan mereka untuk didonasikan kepada korban banjir di Kota Pekalongan dan korban bencana di Sumatera.
Inisiatif ini dirancang bukan sekadar gerakan berbagi barang, melainkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan karakter untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial sejak dini. Berbagai jenis mainan, mulai dari boneka, mobil-mobilan, hingga pedang mainan yang masih layak pakai, dikumpulkan secara sukarela dengan dukungan penuh dari para wali murid.
Kepala SD Islam 02 Pekalongan, Mumtaza Muhajiroh, menjelaskan bahwa fokus utama aksi ini adalah mendukung kondisi psikologis anak-anak di pengungsian melalui metode trauma healing.
Baca Juga:Banjir Batang Terus Berulang, DPRD Desak Pemkab Koordinasi dengan Pemprov dan Pusat Soal Normalisasi SungaiLiga 4 Jateng Ricuh! Suporter Persik Kendal Serbu Lapangan dan Lempari Botol Usai Kalah dari Persikama
“Aksi ini adalah bentuk nyata kepedulian warga SD Islam 02. Kami ingin membangun rasa empati siswa terhadap korban bencana, terutama sesama anak-anak yang saat ini kehilangan waktu bermainnya. Dengan mainan ini, kami berharap perhatian mereka bisa teralihkan dari peristiwa traumatik yang dialami, sehingga mereka tetap bisa merasa gembira dan ceria di tengah masa sulit,” ujar Mumtaza di sela-sela pengumpulan donasi.
Kisah Haru Para Siswa Melepas Koleksi Pribadi
Meski mainan yang disumbangkan merupakan koleksi pribadi yang sering dimainkan di rumah, para siswa tampak antusias menyerahkannya. Satria Dani, siswa kelas VI, dengan wajah berseri menyerahkan mobil-mobilan miliknya demi melihat teman sebayanya tersenyum kembali.
“Perasaannya senang karena bisa membantu korban banjir. Saya mendonasikan mainan mobil-mobilan saya supaya teman-teman di sana bisa main lagi,” ungkap Satria.
Senada dengan Satria, rekan sekelasnya, Rasyid, turut menyumbangkan mainan pedang-pedangan favoritnya. Baginya, membantu orang yang sedang tertimpa musibah adalah kewajiban yang harus dimulai dari hal-hal kecil.
“Saya senang bisa membantu orang yang kesusahan, meskipun dengan hal kecil seperti ini,” tuturnya lugas.
Penyaluran Melalui PMI Kota Pekalongan
Seluruh bantuan yang telah dipilah dan dikemas dengan rapi tersebut secara resmi diserahkan oleh pihak sekolah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan. Pemilihan PMI sebagai mitra distribusi didasari oleh akses data yang akurat mengenai titik-titik pengungsian serta kemampuan logistik untuk mengirimkan bantuan hingga ke luar pulau, seperti wilayah Sumatera.
