RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, turun langsung menyisir sejumlah titik terdampak banjir di wilayah Kecamatan Tirto, Kamis (22/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebutuhan logistik dan kesehatan warga di pengungsian terpenuhi dengan baik.
Dalam kunjungannya, Bupati Fadia menemui warga Desa Samborejo yang mengungsi di gedung serbaguna, pengungsi di Masjid Jami Al Ikhsan Desa Pacar, hingga warga yang bertahan di musala PT Dupantex. Tak hanya memantau posko, Bupati juga meninjau langsung kondisi banjir yang masih merendam pemukiman di Desa Pacar.
Fadia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebenarnya telah menyiagakan infrastruktur pengendali banjir. Namun, intensitas air yang tinggi membuat penanganan membutuhkan waktu ekstra.
Baca Juga:Tanggul Kali Bodri Kendal Kritis dan Longsor, Warga Patebon Trauma Ancaman Banjir Besar Dua Tahun Lalu6 Hari Banjir Pekalongan Belum Surut, 2.485 Warga Bertahan di Pengungsian, Wali Kota Tetapkan Siaga Darurat
“Nah, hari ini kita melihat memang ada beberapa daerah di Kabupaten Pekalongan di beberapa kecamatan yang terkena dampak banjir. Sebenarnya kami juga sudah menyiapkan rumah-rumah pompa besar yang sudah berfungsi,” ujar Bupati Fadia Arafiq kepada awak media.
Aliran Air Lintas Wilayah Jadi Kendala
Bupati menjelaskan, salah satu kendala lambatnya air surut adalah letak geografis Kabupaten Pekalongan yang bersebelahan langsung dengan wilayah Kota Pekalongan. Kondisi ini menyebabkan adanya pelimpahan air antarwilayah yang saling memengaruhi debit genangan.
Kendati demikian, Fadia mengajak semua pihak untuk mengedepankan solidaritas ketimbang mencari kesalahan di tengah bencana hidrometeorologi ini.
“Kita harus mengakui bahwa Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan itu berdampingan, bersebelahan. Jadi pelimpahan air dari daerah lain juga masuk ke Kabupaten Pekalongan. Kita tidak bisa menyalahkan daerah sebelah kita juga. Ini adalah bencana dari Allah. Kita bersebelahan, berdampingan, bersaudara, sehingga harus sama-sama saling bantu-membantu,” ungkapnya secara lugas.
Siapkan Penambahan Rumah Pompa Baru
Sebagai solusi jangka panjang, Fadia Arafiq merencanakan penambahan unit rumah pompa di sejumlah titik strategis. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyedotan air sehingga saat hujan lebat kembali mengguyur, genangan bisa lebih cepat dialirkan.
“Nanti insya Allah kita akan rapatkan kembali bagaimana untuk menambah beberapa rumah pompa lagi, sehingga penyedotannya bisa lebih cepat dan persoalan banjir ini segera selesai,” imbuhnya optimis.
