Pencarian Korban Tenggelam di Muara Sungai Sambong Batang Belum Membuahkan Hasil, Tim SAR Perluas Area

Pencarian Korban Tenggelam di Muara Sungai Sambong Batang Belum Membuahkan Hasil, Tim SAR Perluas Area
M. DHIA THUFAIL PENCARIAN KORBAN - Sejumlah Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tenggelam di Dermaga TPI Batang, Kamis (22/1).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan di sepanjang aliran Muara Sungai Sambong, Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang. Puluhan personel SAR gabungan dikerahkan untuk melacak keberadaan seorang pria yang dilaporkan hanyut terseret arus sejak Rabu sore. Hingga Kamis malam, 22 Januari 2026, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.

Korban diketahui berinisial S (51), seorang pengurus kapal asal Dukuh Pungkur Sari. Insiden nahas ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir Batang. Korban diduga terpeleset dari atas kapal saat kondisi permukaan sedang licin akibat diguyur hujan deras di wilayah Jembatan Sigandu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajeri, mengonfirmasi bahwa tim gabungan yang terdiri dari sekitar 50 personel telah menyisir area sungai sejak pagi hari.

Baca Juga:Pengecoran Jalan Pantura Cepiring Kendal Picu Macet 6 Km, Dishub Terapkan Sistem ContraflowBiddokkes Polda Jateng Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengungsi Banjir di Tirto Pekalongan

“Benar, hari ini operasi SAR gabungan dilaksanakan untuk mencari korban orang tenggelam di Muara Sungai Sambong,” ujar Fajeri saat memberikan keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).

Upaya Penyelamatan yang Gagal Akibat Arus Deras

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, upaya penyelamatan sempat dilakukan sesaat setelah korban terjatuh. Saksi Carmo dan Budiarto berusaha memberikan pertolongan dengan melempar tali dan gabus ke arah korban yang mengenakan jas hujan biru tersebut.

Namun, jarak yang hanya terpaut dua meter tidak mampu menjangkau korban karena kuatnya arus Sungai Sambong. S seketika terseret menjauh dan menghilang di balik keruhnya aliran air sungai yang meluap.

Kasat Polairud Polres Batang, AKP Eko Nugroho, menjelaskan bahwa pencarian pada hari pertama terpaksa dihentikan lebih awal karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

“Korban diduga pengurus kapal. Saat hujan kondisi licin, korban terpeleset lalu jatuh ke sungai. Pada malam hari dilakukan pemantauan arus sungai hingga area dermaga, dan hari kedua pencarian dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB,” jelas AKP Eko.

Penyisiran Hingga Bibir Pantai

Seiring dengan mulai menurunnya debit air sungai, Tim SAR memperluas area penyisiran. Fokus pencarian kini tidak lagi hanya di bawah Jembatan Sigandu, tetapi meluas hingga Dermaga TPI 1, muara sungai, hingga ke bibir pantai. Tim bahkan telah menyiapkan skenario penyisiran ke tengah laut jika kondisi gelombang memungkinkan.

0 Komentar