Pengecoran Jalan Pantura Cepiring Kendal Picu Macet 6 Km, Dishub Terapkan Sistem Contraflow

Pengecoran Jalan Pantura Cepiring Kendal Picu Macet 6 Km, Dishub Terapkan Sistem Contraflow
ABDUL GHOFUR PADAT MERAYAP - Ratusan kendaraan di jalur Pantura Kendal tampak padat merayap akibat pengerjaan pengecoran jalan, Rabu petang (21/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Proyek perbaikan infrastruktur di jalur utama nasional kembali memicu kepadatan arus lalu lintas. Pekerjaan pengecoran Jalan Pantura di wilayah Cepiring, Kabupaten Kendal, menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga sekitar enam kilometer pada Selasa malam, 20 Januari 2026.

Kemacetan panjang tersebut dilaporkan terjadi mulai dari kawasan Cepiring hingga memasuki wilayah Kota Kendal. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta maupun sebaliknya bergerak sangat lambat, terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari.

Salah seorang pengguna jalan, Umar, warga Patebon, mengaku durasi perjalanannya membengkak drastis akibat penyempitan lajur tersebut.

Baca Juga:Biddokkes Polda Jateng Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengungsi Banjir di Tirto PekalonganAtasi Banjir Pekalongan, Ketua DPRD Abdul Munir Prioritaskan Rehabilitasi Lahan Kritis di Kawasan Hulu

“Macetnya parah. Dari Cepiring sampai Kendal nyaris macet total, lama sekali baru bisa jalan,” ujar Umar saat ditemui pada Rabu (21/1/2026).

Kurangnya Sosialisasi Jadi Evaluasi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal, Mochamad Eko, mengakui adanya kepadatan luar biasa pada hari pertama pengerjaan proyek. Ia menyebut kurangnya informasi awal kepada masyarakat menjadi salah satu pemicu penumpukan kendaraan di satu titik.

“Pada hari pertama memang terjadi kepadatan cukup panjang karena masyarakat belum mengetahui adanya pengecoran jalan. Ini menjadi evaluasi kami,” tegas Eko.

Sebagai langkah antisipasi darurat, Dishub Kendal bekerja sama dengan pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow. Rekayasa ini diberlakukan mulai dari depan SMP Negeri 1 Cepiring hingga wilayah Patebon guna memastikan roda transportasi tetap berputar.

“Jalur dari arah Semarang menuju Jakarta kami gunakan untuk dua arah sementara. Baik kendaraan ke Jakarta maupun ke Semarang melintas di satu jalur. Ini langkah darurat agar arus tetap bergerak,” jelasnya lebih lanjut.

Imbauan Kendaraan Berat Masuk Tol

Mengingat Jalan Pantura merupakan urat nadi logistik nasional dengan volume kendaraan tinggi, Dishub Kendal memberikan imbauan khusus bagi kendaraan berat dan truk bertonase besar. Para sopir diminta untuk beralih menggunakan jalan tol guna mengurangi beban jalan di titik pengecoran.

Selain itu, bagi pengendara kendaraan pribadi yang ingin menghindari kemacetan di Cepiring, Dishub menyarankan rute alternatif melalui jalur Weleri – Gemuh – Pegandon yang nantinya akan tembus di wilayah Ketapang, Kendal.

0 Komentar