Aksi Trauma Healing Wanalana SMAN 1 Pekalongan, Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Korban Banjir di Posko

Aksi Trauma Healing Wanalana SMAN 1 Pekalongan, Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Korban Banjir di Posko
MALEKHA Keseruan anak-anak korban banjir mengikuti kegiatan trauma healing dari wanalana
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kepedulian terhadap penyintas bencana banjir di Kota Pekalongan tidak hanya datang dalam bentuk bantuan logistik. Keluarga besar Wanalana (Pecinta Alam SMAN 1 Pekalongan) bersama komunitas alumni Askarlo, menginisiasi gerakan pemulihan psikis bagi anak-anak di titik pengungsian melalui kegiatan trauma healing.

Langkah ini diambil setelah tim relawan melihat adanya potensi dampak psikologis yang mendalam pada anak-anak yang telah berhari-hari tinggal di posko darurat. Aksi yang dimotori oleh para alumni dan dijalankan oleh anggota aktif Wanalana ini bertujuan untuk menghapus trauma serta mengembalikan semangat juang para pengungsi cilik tersebut.

Perwakilan alumni Wanalana, Ruri, mengungkapkan bahwa metode yang digunakan mencakup pendekatan interaktif yang menyenangkan agar anak-anak bisa sejenak melupakan situasi sulit yang mereka hadapi.

Baca Juga:Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran di Jalur PanturaLongsor Terjang Bawang Batang 2 Rumah Tertimbun, Akses Jalan Lumpuh, 110 KK Mengungsi ke Dieng Kulon

“Intinya ada tiga hal: anak-anak melakukan permainan kreatif, mendengarkan cerita interaktif yang menghibur, dan pemberian hadiah kecil. Tujuan utamanya agar warga dan anak-anak terdampak banjir ini kembali bersemangat. Kami ingin membuktikan bahwa anak Indonesia itu tangguh,” ujar Ruri kepada Tempo, Senin (26/1/2026).

Menghapus Raut Sedih Lewat Permainan Edukatif

Dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut, raut wajah muram anak-anak berganti dengan gelak tawa. Para anggota aktif Wanalana mengajak mereka berinteraksi lewat berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri.

Dukungan psikologis ini dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan motivasi belajar dan tetap optimis meski rumah mereka masih terendam banjir. Bagi Wanalana, kegembiraan anak-anak adalah indikator keberhasilan dari sebuah misi kemanusiaan.

Rencana Perluasan Aksi ke Titik Lain

Kegiatan di posko pengungsian ini baru merupakan langkah awal. Tim Wanalana SMAN 1 Pekalongan berencana melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan titik-titik pengungsian berikutnya yang memerlukan intervensi serupa.

“Ini sebagai awal karena perdana. Nanti kami evaluasi, jika memang memungkinkan dan dibutuhkan, kami akan bergerak ke titik-titik lokasi pengungsian lainnya,” tambah Ruri.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif langsung bagi para pengungsi, tetapi juga memantik semangat kelompok pecinta alam atau organisasi kepemudaan lainnya untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan mental masyarakat pascabencana di wilayah Pekalongan. (mal)

0 Komentar