Keren! Santri Ponpes Al Ma’wa Kendal Rakit Pesawat, Gelar Aero Modelling Show di Acara Akhirussanah

Keren! Santri Ponpes Al Ma’wa Kendal Rakit Pesawat, Gelar Aero Modelling Show di Acara Akhirussanah
ABDUL GHOFUR MEMBUKA - Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, saat membuka Kendal Aero Modelling Show dalam rangka Akhirussanah Pondok Pesantren Al Ma’wa di Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Sabtu (24/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Ada pemandangan unik di Lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma’wa, Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (24/1/2026). Jika biasanya santri identik dengan kitab kuning, kali ini mereka justru sibuk menerbangkan pesawat hasil rakitan sendiri dalam ajang Kendal Aero Modelling Show.

Kegiatan yang digelar dalam rangka perayaan Akhirussanah Ponpes Al Ma’wa ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pesantren semakin modern dan melek teknologi. Pesawat-pesawat mini yang meliuk di angkasa tersebut merupakan buah karya tangan kreatif para santri, mulai dari tahap desain hingga proses perakitan mesin.

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, yang membuka langsung acara tersebut, mengaku takjub dengan skill spesifik yang dimiliki para santri asuhan KH Ahmad Munawar tersebut.

Baca Juga:Bukit Gunung Beser Pekalongan Longsor 30 Kali, Akses Jalan Mudal-Dranan Putus Total dan TerisolasiPolres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi Balap Liar dan Tawuran di Jalur Pantura

“Santri sekarang dituntut punya keahlian yang jelas. Aeromodelling ini menjadi contoh, santri Al Ma’wa tidak hanya belajar agama, tetapi juga keterampilan yang punya peluang untuk dikembangkan,” ujar Mahfud Sodiq di sela menyaksikan uji terbang pesawat.

Bekal Masa Depan di Luar Kurikulum Agama

Pesantren yang berdiri sejak 1989 ini memang dikenal inklusif. Dengan mengampu sekitar 500 santri, Ponpes Al Ma’wa kerap berkolaborasi dengan komunitas luar, seperti pegiat paramotor, otomotif, hingga aeromodelling. Tujuannya jelas: membekali santri dengan soft skill yang mumpuni.

Pembimbing aeromodelling santri, Sutrisno, menjelaskan bahwa proses pembuatan pesawat ini mengajarkan santri tentang ketelitian dan kerja keras. Hebatnya lagi, karya ini mulai dilirik pasar karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Anak-anak belajar dari nol, mulai desain, perakitan, sampai uji terbang. Bahkan ada yang melirik agar pesawat ini bisa diproduksi lebih banyak karena pasar aeromodelling cukup menjanjikan,” ungkap Sutrisno.

Dukungan Berbagai Komunitas

Kemeriahan Kendal Aero Modelling Show ini tidak hanya dinikmati internal pesantren. Sejumlah tokoh dan komunitas turut hadir memberikan dukungan, mulai dari perwakilan Disporapar Kabupaten Kendal, pengurus LazisNU, MWC NU Ngampel, hingga komunitas mobil Hardtop.

Ajang ini diharapkan menjadi pemantik bagi pesantren-pesantren lain di Jawa Tengah untuk terus berinovasi. Bahwa menjadi santri bukan berarti tertinggal dari kemajuan zaman, melainkan mampu mengawinkan nilai-nilai luhur agama dengan teknologi dirgantara yang inovatif. (fur)

0 Komentar