Sejak Sabtu (24/1/2026), tim gabungan dari BPBD, unsur Polri, TNI, serta relawan mulai mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun. Hingga Minggu, jalur utama dari kawasan Geodipa menuju Rejosari telah berhasil dibersihkan, namun jalur menuju Sigemplong dan Pranten masih belum dapat dilalui kendaraan.
“Pembersihan material longsor dilakukan dengan bantuan alat berat dari Geodipa, dibantu masyarakat dan relawan. Kami terus mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di sekitar tebing rawan longsor,” tegas Wawan.
Meski kerugian materiil tergolong besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi hingga akhir Januari mendatang. Pemerintah daerah kini fokus pada pemulihan infrastruktur dasar dan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak. (fel/)
