RADARPEKALONGAN.ID, WIRADESA – Bencana banjir yang mengepung wilayah Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu (17/1/2026) dilaporkan kian parah hingga Senin (26/1/2026). Sebanyak enam kecamatan kini terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 40 sentimeter hingga 1,5 meter, memaksa hampir 2.000 warga meninggalkan rumah mereka.
Data terbaru dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan mencatat sebanyak 1.923 jiwa dari 452 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi ke 23 titik pengungsian. Enam wilayah terdampak meliputi Kecamatan Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, Wonokerto, dan Buaran. Cuaca yang tidak menentu di wilayah pesisir membuat potensi penambahan jumlah pengungsi masih sangat tinggi.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah melakukan evakuasi di titik-titik krusial serta mendata kebutuhan kelompok rentan.
Baca Juga:Geger Penemuan Kerangka Manusia di Kebun Kopi Reban Batang, Ternyata Warga yang Hilang Sebulan LaluTanggul Sungai Sengkarang Jebol, Bupati Fadia Arafiq Pastikan Logistik Pengungsi Kopindo Terpenuhi
“Saat ini PMI masih melakukan evakuasi di wilayah Tegaldowo dan assessment lanjutan di seluruh titik pengungsian. Kondisi banjir belum sepenuhnya surut dan cuaca yang tidak menentu membuat potensi penambahan pengungsi masih sangat mungkin terjadi,” ujar Bambang Sujatmiko, Senin (26/1/2026).
Krisis Logistik di Titik Pengungsian
Meskipun puluhan posko pengungsian telah didirikan di masjid, mushola, hingga kantor pemerintahan, PMI mengakui adanya kendala besar terkait ketersediaan bantuan. Stok logistik untuk kebutuhan dasar dilaporkan mulai menipis seiring bertambahnya jumlah warga yang dievakuasi.
Bambang menekankan bahwa bantuan untuk bayi dan lansia menjadi prioritas yang paling mendesak saat ini. Kelompok disabilitas dan ibu hamil juga memerlukan perhatian khusus terkait fasilitas tidur dan kesehatan.
“Kebutuhan logistik masih kurang, terutama pampers bayi dan lansia, obat-obatan, selimut, air bersih, perlengkapan mandi, serta makanan siap saji. Kami terus membuka penerimaan dan distribusi bantuan agar kebutuhan pengungsi bisa segera terpenuhi,” jelasnya lebih lanjut.
Dapur Umum dan Sinergi Relawan
Guna menopang operasional penanganan bencana, PMI Kabupaten Pekalongan telah mengoperasikan dapur umum di halaman eks Kantor Kecamatan Wiradesa sejak Minggu (18/1/2026). Dapur umum ini difungsikan untuk menyuplai konsumsi bagi personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan lintas organisasi seperti Tagana, Banser, MDMC, dan SAR Bumi Santri.
