Bupati Fadia Arafiq Terjang Banjir Tirto Pakai Perahu Karet, Pastikan Logistik Aman dan Tambah Pompa Baru

Bupati Fadia Arafiq Terjang Banjir Tirto Pakai Perahu Karet, Pastikan Logistik Aman dan Tambah Pompa Baru
Istimewa TINJAU - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Karangjompo dan Tegaldowo, Kecamatan Tirto.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, melakukan peninjauan langsung ke titik-titik terparah banjir di Kecamatan Tirto, tepatnya di Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo. Menggunakan perahu karet milik BPBD, Bupati Fadia menyusuri genangan air yang masih tinggi di sisi timur tanggul Sungai Pencongan guna memastikan keselamatan warga serta kecukupan kebutuhan pengungsi.

Dalam aksi tersebut, Fadia didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, serta sejumlah kepala dinas terkait. Fokus utama kunjungan ini adalah memantau operasional dapur umum yang menjadi tumpuan ratusan warga di pengungsian. Di Desa Tegaldowo bagian barat, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan bahan pokok berupa beras, telur, dan minyak goreng.

Fadia mengakui tantangan penanganan banjir kali ini cukup berat karena skala bencana yang terjadi serentak di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:Banjir Kabupaten Pekalongan Meluas, 1.923 Warga Mengungsi dan PMI Sebut Stok Logistik Mulai MenipisWaspada Bakteri! Dinkes Pekalongan Beri Tips Olah Air Minum Agar Aman Dikonsumsi Seluruh Keluarga

“Alhamdulillah sejauh ini untuk dapur umum dan makanan, kami pastikan tidak akan kurang. Mungkin tidak mewah, tidak hebat, tapi tidak kurang. Karena kondisinya serentak seperti ini memang cukup sulit,” ujar Fadia Arafiq saat mencicipi masakan di dapur umum sebagai bentuk apresiasi kepada relawan, Selasa (27/1/2026).

Respons Cepat: Pengadaan Pompa Fleksibel

Berdasarkan hasil dialog dengan Kepala Desa Tegaldowo, Bupati menangkap adanya kebutuhan mendesak berupa tambahan alat penyedot air. Menanggapi permintaan tersebut, ia menjanjikan pengadaan unit pompa baru dalam waktu singkat guna mempercepat proses pengeringan wilayah pemukiman.

“Pak Kepala Desa ini orang yang aktif dan peduli kepada masyarakatnya. Beliau meminta agar segera dibelikan pompa fleksibel. Insya Allah dalam satu sampai dua hari ini akan kita belikan,” tegas Fadia.

Meskipun seluruh rumah pompa di Desa Tegaldowo berfungsi normal, tingginya debit air dan meluapnya sungai menjadi kendala teknis utama. Air sulit dibuang ke sungai karena posisi muka air sungai yang lebih tinggi dari pemukiman.

Desak Perbaikan Tanggul ke Provinsi

Bupati Fadia menegaskan bahwa solusi permanen untuk wilayah Tirto adalah penguatan tanggul. Mengingat kewenangan perbaikan sungai berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkab Pekalongan terus melakukan komunikasi intensif dengan tingkat provinsi.

0 Komentar