“Debit air terlalu tinggi dan sungainya meluap, sehingga memang sulit untuk membuang air ke sungai. Salah satu solusinya adalah tanggul. Insya Allah komunikasi dengan Pak Gubernur terus kami lakukan. Beliau orangnya cepat tanggap,” pungkasnya.
Sembari menunggu langkah permanen dari provinsi, Pemkab Pekalongan bersama TNI-Polri dan relawan terus melakukan penanganan darurat dengan pemasangan karung penahan air guna meminimalkan limpasan sungai ke rumah warga. (yon)
