RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan resmi mengoperasikan Pondok Pesantren An-Nahdliyah yang berlokasi di Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi. Peresmian ini menjadi kado istimewa dalam rangkaian peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut.
Pesantren ini berdiri megah di atas lahan seluas 20.000 meter persegi atau sekitar 2 hektar. Kehadiran pusat pendidikan baru ini diharapkan mampu memperkuat dakwah dan mencetak kader-kader aswaja yang berkualitas di Kabupaten Pekalongan.
Panitia Pembangunan Ponpes An-Nahdliyah, Kiai Mustajirin, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini memakan waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu tahun lebih 24 hari sejak peletakan batu pertama pada Desember 2024 lalu.
Baca Juga:Banjir Kabupaten Pekalongan Meluas, 1.923 Warga Mengungsi dan PMI Sebut Stok Logistik Mulai MenipisWaspada Bakteri! Dinkes Pekalongan Beri Tips Olah Air Minum Agar Aman Dikonsumsi Seluruh Keluarga
“Tanah ini berasal dari wakaf Bapak Khairun dari Kesesi. Perjalanan pembangunan ini nyaris sampai satu tahun 24 hari dengan telah menelan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar,” ujar Kiai Mustajirin di hadapan jemaah pengajian umum, Selasa (27/1/2026).
Ide Cemerlang Pemanfaatan Tanah Wakaf
Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudori, menuturkan bahwa Ponpes An-Nahdliyah merupakan aset yang berada langsung di bawah naungan PCNU. Inisiatif pembangunan muncul ketika organisasi menerima tanah wakaf dalam jumlah besar dari seorang donatur lokal yang sangat dermawan.
“Ini ide cemerlang dari pengurus cabang untuk memanfaatkan tanah wakaf ini. Si wakif (pemberi wakaf) dulu berpesan bahwa tanah ini diwakafkan untuk NU dan nanti kalau kurang tinggal ngomong tak tambahi. Bahkan terakhir menyampaikan akan dibikinkan jalan yang lebih luas,” terang KH. Muslikh Khudori.
KH. Muslikh juga mengapresiasi keikhlasan Bapak Khairun yang terus berkomitmen mendukung pengembangan pesantren demi kemajuan pendidikan Islam di Kesesi.
Walimatul Waqirah: Tradisi Meresmikan Bangunan
Peresmian ini juga mendapat apresiasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Perwakilan PWNU Jateng, KH. Ubaidillah, menyebut langkah PCNU Pekalongan sangat dinamis dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa acara syukuran peresmian gedung dalam tradisi Islam disebut dengan istilah Walimatul Waqirah.
“Ini namanya walimatul waqirah, jadi walimah untuk meresmikan suatu bangunan baru. Ketika apa yang kita bangun dan akan kita tempati ini telah jadi, maka sunah para ulama itu mengadakan walimah. Walimah itu ya mengundang makan-makan,” jelas KH. Ubaidillah.
