Waspada Bakteri! Dinkes Pekalongan Beri Tips Olah Air Minum Agar Aman Dikonsumsi Seluruh Keluarga

Waspada Bakteri! Dinkes Pekalongan Beri Tips Olah Air Minum Agar Aman Dikonsumsi Seluruh Keluarga
ISTIMEWA CEK - Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengecekan terhadap sumber air di lingkungan rumah tangga.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekalongan. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), warga diimbau untuk lebih selektif dan teliti dalam mengolah sumber air guna menghindari risiko pencemaran bakteri yang bisa berdampak buruk pada kesehatan keluarga.

Risiko kontaminasi kuman pada sumber air saat ini dinilai cukup tinggi. Oleh karena itu, bagi rumah tangga yang masih mengandalkan cara merebus air secara mandiri, Dinkes menekankan pentingnya proses perebusan yang sempurna dan tidak terburu-buru.

Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Maysaroh, menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang salah kaprah dalam mematikan kompor saat air mulai mendidih.

Baca Juga:Geger Penemuan Kerangka Manusia di Kebun Kopi Reban Batang, Ternyata Warga yang Hilang Sebulan LaluTanggul Sungai Sengkarang Jebol, Bupati Fadia Arafiq Pastikan Logistik Pengungsi Kopindo Terpenuhi

“Ketika air sudah mendidih, jangan langsung dimatikan. Pastikan air tetap mendidih selama kurang lebih dua menit sebelum kompor dimatikan, agar kuman dan bakteri yang berbahaya benar-benar mati,” ungkap Maysaroh, Selasa (27/1/2026).

Kebersihan Wadah Jadi Kunci Utama

Selain teknik memasak, kebersihan wadah penyimpanan air juga tak kalah krusial. Peralatan seperti teko, galon, maupun dispenser harus dibersihkan secara rutin untuk mencegah munculnya lumut atau tumpukan bakteri di dasar wadah.

Maysaroh menyarankan agar wadah dicuci setiap kali air di dalamnya habis sebelum diisi kembali. Hal ini merupakan bagian dari pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang harus diterapkan di setiap rumah tangga.

“Setiap kali air di dalam teko atau wadah habis, sebelum diisi kembali harus dicuci terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah penumpukan kuman yang bisa mencemari air minum,” tambahnya.

Pilih Depot Air Minum yang Berizin (SLHS)

Bagi warga Kota Pekalongan yang terbiasa menggunakan jasa depot air minum isi ulang, Dinkes meminta masyarakat untuk lebih kritis. Pastikan depot langganan Anda memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang dipajang di tempat usaha.

Sertifikasi tersebut merupakan bukti bahwa air yang dijual telah melewati uji laboratorium yang ketat dan rutin di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

“Depot air minum wajib memastikan air yang dijual telah diperiksa di Labkesda dan dinyatakan layak untuk diminum serta aman dikonsumsi,” tegas Maysaroh.

0 Komentar