Berantas Buta Aksara Al-Qur'an, 24 Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama Ustaz FKAM

Berantas Buta Aksara Al-Qur\'an, 24 Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama Ustaz FKAM
ISTIMEWA BELAJAR BTQ – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Pekalongan yang terdaftar sebagai santri mengikuti kegiatan pembelajaran BTQ di Pondok Pesantren Darul Ulum lapas setempat, Senin (26/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Memasuki pekan keempat Januari 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan semakin gencar melakukan pembinaan kepribadian bagi para penghuninya. Fokus utama kali ini tertuju pada penguatan mental rohani melalui program pemberantasan buta aksara kitab suci di balik jeruji besi.

Pada Senin (26/1/2026), sebanyak 24 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berstatus santri berkumpul di Pondok Pesantren Darul Ulum Lapas Pekalongan. Mereka mengikuti bimbingan intensif Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) guna memperdalam pemahaman agama dan memperbaiki akhlak selama masa pidana.

Untuk memaksimalkan kualitas pembelajaran, pihak Lapas menggandeng Lembaga Dakwah Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Kota Pekalongan dengan menghadirkan Ustaz Husni Mubarok sebagai pengajar utama.

Baca Juga:Wali Kota Aaf Serahkan SK Pensiun 21 ASN Pekalongan, Jadi Tokoh Masyarakat dan Jembatan PemerintahDana Desa Kumpulrejo 2026 Menyusut Tajam, Camat Patebon Desak Pemdes Fokus ke Pembangunan Nonfisik

Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, menegaskan bahwa bekal spiritual merupakan instrumen penting bagi narapidana agar mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti.

“Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an ini menjadi salah satu upaya kami dalam membekali warga binaan dengan dasar keimanan dan akhlak yang baik. Harapannya, mereka memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat,” ujar Teguh Suroso, Selasa (27/1/2026).

Transformasi Spiritual di Masjid At-Taubah

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut diisi dengan materi pengenalan huruf hijaiah serta teknik penulisan ayat suci secara mendalam. Para santri binaan tampak antusias mengikuti setiap instruksi, menyadari bahwa literasi Al-Qur’an adalah fondasi bagi perubahan arah hidup mereka.

Rangkaian pembinaan tidak berhenti pada sesi BTQ saja. Usai belajar menulis dan membaca, para santri diarahkan menuju Masjid At-Taubah untuk mengikuti sesi Taklim Siang. Aktivitas ini dijalankan secara khidmat di bawah pengawasan ketat petugas pemasyarakatan guna memastikan situasi tetap kondusif dan tertib.

Sinergi untuk Lingkungan yang Religius

Kerja sama antara Lapas Pekalongan dan FKAM diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan ekosistem penjara yang lebih religius. Pendekatan human centered melalui bimbingan rohani ini dinilai efektif dalam menekan tingkat stres warga binaan sekaligus mempersiapkan mereka secara mental untuk reintegrasi sosial.

0 Komentar