RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menghadiri Majelis Ngaji Kitab Hadits Abi Jamroh yang diselenggarakan di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kaliwungu, Rabu (28/1/2026). Kedatangan orang nomor satu di Kendal ini disambut hangat dengan lantunan selawat Thola’al Badru ‘Alaina oleh grup rebana PAC Fatayat NU setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini menekankan bahwa majelis ilmu bukan hanya tempat untuk memperdalam agama, melainkan juga ruang untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, ia mengajak jamaah untuk bersatu dalam doa.
“Lebih dari itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai media berdoa bersama. Alhamdulillah, kondisi di Kabupaten Kendal relatif tidak separah daerah lain. Namun kewaspadaan tetap harus kita jaga,” ujar Bupati di hadapan ratusan kader Fatayat NU.
Baca Juga:Pekalongan Raih UHC Awards 2026, Balgis Diab: 99 Persen Warga Kini Terjamin Layanan Kesehatan GratisBahaya Longsor Mengancam, Bupati Batang Siapkan Relokasi Warga Rejosari dan Bangun 22 Hunian Sementara
Ikhtiar Nyata Menghadapi Bencana
Bupati mengingatkan bahwa curah hujan tinggi belakangan ini telah memicu bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk menyeimbangkan doa dengan ikhtiar nyata, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, koordinasi cepat antara warga dan pemerintah sangat krusial jika terjadi kondisi darurat. Ia juga mengimbau warga untuk berhenti membuang sampah ke saluran air guna meminimalisir risiko banjir.
“Menjaga alam adalah ikhtiar nyata kita agar terhindar dari bencana. Kesiapsiagaan dan koordinasi cepat sangat penting apabila terjadi bencana di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Kajian Ning Nawal Yasin: Sikapi Dunia Secara Proporsional
Selain pesan dari Bupati, majelis ini juga menghadirkan Ning Nawal Yasin sebagai narasumber utama. Istri mantan Wakil Gubernur Jateng ini mengupas kitab karya Imam Abdullah bin Abi Jamrah Al Azdi Al Andalusi, khususnya mengenai fenomena Khubbud dunya atau cinta dunia yang berlebihan.
Ning Nawal menjelaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya mengejar materi, namun mengingatkan agar harta dan jabatan tidak melalaikan manusia dari nilai-nilai kebenaran.
