RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Siapa bilang sekolah berbasis pesantren hanya berkutat pada kitab kuning? SMP Sains Cahaya Al-Qur’an Kota Pekalongan membuktikan hal berbeda. Sekolah yang berlokasi di Jalan KH Akrom Khasani ini sukses mendobrak batasan dengan mencetak santri-santri yang mahir merakit teknologi Internet of Things (IoT).
Melalui program unggulan sains, siswa kelas VII dan VIII kini mulai piawai merancang berbagai perangkat elektronik pintar. Langkah ini diambil untuk memastikan para lulusan tidak hanya kuat secara agama, tetapi juga kompetitif di era digital.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Haidar Fikri Kurniali, menegaskan bahwa sekolah memiliki visi besar untuk mengubah pola pikir siswa dari pengguna menjadi pengembang teknologi.
Baca Juga:Penantian 15 Tahun Berakhir, Warga Banjaran Kendal Akhirnya Nikmati Jalan Mulus Berkat Bupati TikaBerantas Buta Aksara Al-Qur'an, 24 Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama Ustaz FKAM
“Kami ingin melahirkan generasi yang cakap teknologi namun tetap berakhlak mulia. Kami ingin mengubah peran siswa dari sekadar konsumen menjadi pencipta teknologi,” jelas Haidar saat mendampingi praktik siswa, Kamis (29/1/2026).
Eksperimen Arduino dan Sensor Pintar
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi dari para santri. Mereka nampak cekatan menyatukan komponen-komponen rumit seperti mikrokontroler Arduino UNO, sensor ultrasonik untuk pendeteksi jarak, hingga sensor hujan yang bisa digunakan untuk sistem otomasi rumah tangga.
Pengajar IoT, Mahardika Fadhila Nararya, menyebutkan bahwa metode belajar yang diterapkan fokus pada praktik langsung (learning by doing). Hal ini bertujuan untuk mengasah logika berpikir dan mental keberanian siswa dalam bereksperimen dengan perangkat keras (hardware).
“Metode praktik langsung ini sengaja dipilih untuk mengasah logika dan keberanian siswa dalam bereksperimen. Kita ingin mereka paham cara kerja teknologi dari akarnya,” tutur Mahardika.
Sains dan Agama Berjalan Beriringan
Langkah progresif ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kepesantrenan dapat berjalan selaras dengan sains modern. SMP Sains Cahaya Al-Qur’an ingin menghapus dikotomi antara ilmu agama dan teknologi.
Dengan penguasaan IoT sejak dini, sekolah optimis dapat mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan zaman. Ke depan, karya-karya inovasi santri ini diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi bisa menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat luas.
