RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Bencana tanah gerak melanda wilayah pegunungan di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Dukuh Sidamulya, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) sore ini mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan struktur yang cukup parah,
Retakan tanah yang dipicu oleh kondisi tanah labil ini membuat tembok bangunan rumah warga runtuh dan amblas. Berdasarkan pantauan di lokasi, area terdampak berada di wilayah pemukiman yang memiliki topografi lereng, sehingga pergerakan tanah terjadi cukup masif saat curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut.
Kapolsek Kandangserang, Iptu Slamet Riyadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan penilaian risiko serta memastikan keselamatan para penghuni.
Baca Juga:Penantian 15 Tahun Berakhir, Warga Banjaran Kendal Akhirnya Nikmati Jalan Mulus Berkat Bupati TikaBerantas Buta Aksara Al-Qur'an, 24 Santri Binaan Lapas Pekalongan Belajar BTQ Bersama Ustaz FKAM
“Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota di lapangan, benar ditemukan adanya dua rumah warga di RT 008 RW 004 yang terdampak cukup parah. Ada yang temboknya roboh dan ada yang mengalami keretakan lebar,” ujar Iptu Slamet Riyadi, Selasa (27/1/2026).
Kerusakan Struktur yang Mengkhawatirkan
Dua rumah yang terdampak diketahui milik Sani (59) dan Kowiyah (63). Rumah milik Sani mengalami kerusakan fatal pada bagian belakang karena pondasi penyangga ambles ke bawah, mengakibatkan tembok roboh total.
Sementara itu, kondisi rumah Kowiyah juga tak kalah mengkhawatirkan dengan retakan yang memanjang dari bagian depan hingga samping rumah.
“Rumah Ibu Kowiyah mengalami keretakan dengan lebar lubang kurang lebih 10 sentimeter. Total panjang keretakan tersebut mencapai sekitar 15 meter, memanjang di bagian depan hingga samping rumah,” jelas Iptu Slamet.
Warga Diimbau Mengungsi
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiil ditaksir cukup besar karena struktur bangunan kini dalam kondisi tidak stabil. Polsek Kandangserang bersama pemerintah desa setempat telah mengeluarkan imbauan tegas kepada pemilik rumah untuk segera mengosongkan hunian jika hujan lebat kembali turun.
“Kami sudah sampaikan kepada penghuni rumah untuk sementara waktu mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman jika hujan turun lebat lagi. Kondisi tanah di lokasi masih labil dan sangat berisiko terjadi pergerakan susulan,” tambahnya.
Hingga saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan untuk langkah mitigasi lebih lanjut. Personel Bhabinkamtibmas juga disiagakan untuk memantau perkembangan struktur tanah di Dukuh Sidamulya guna mengantisipasi perluasan area terdampak ke pemukiman lain. (had)
