RADARPEKALONGAN.ID, SIWALAN – Nestapa warga Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, seolah tak berujung. Sejak tahun 2020, ribuan jiwa di desa pesisir ini terpaksa “berkubang” dengan banjir rob yang tak kunjung surut. Memasuki awal tahun 2026, kondisi dilaporkan kian kritis dengan cakupan wilayah terdampak mencapai 90 persen dari total pemukiman.
Ironisnya, warga menilai proyek tanggul penahan rob di sepanjang Wonokerto–Pekalongan justru memicu efek samping yang memperparah genangan di wilayah mereka. Selain merendam rumah, sekitar 150 hektare lahan pertanian kini berubah menjadi hamparan air asin yang tak lagi bisa ditanami, memaksa para petani beralih profesi menjadi buruh serabutan atau menganggur.
Kepala Desa Depok, Hadi Suwitno, menegaskan bahwa intensitas hujan tinggi dalam dua pekan terakhir telah membuat elevasi air naik drastis, hingga merendam 400 unit rumah yang dihuni sekitar 1.200 jiwa.
Baca Juga:Nelayan TPI Tawang Kendal Keluhkan Pembayaran Ikan Diutang Bakul, DKP Siapkan Solusi Gandeng PerbankanSiap Kerja! 50 Peserta Lulus Diklat Satpam Gada Pratama di Polres Pekalongan Kota, Ini Keunggulannya
“Sejak tahun 2020, sawah-sawah di sini sudah tidak bisa ditanam lagi. Totalnya sekitar 150 hektare yang tidak bisa diolah. Harapan kami pembangunan pompa yang direncanakan di tahun 2026 ini bisa segera terealisasi agar bisa mengurangi banjir rob,” ujar Hadi Suwitno, Kamis (29/1/2026).
Aspirasi Mesin Pompa untuk Pemukiman
Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, jajaran Polsek Sragi bersama Bhayangkari Ranting Sragi menyalurkan bantuan logistik melalui program “Bhayangkari Peduli”. Bantuan berupa beras, mi instan, hingga alat pembersih lantai diserahkan langsung di Balai Desa Depok untuk meringankan beban ekonomi warga.
Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, yang memimpin langsung kunjungan tersebut, mencatat bahwa kebutuhan mendesak warga saat ini bukanlah sekadar pangan, melainkan mesin pompa penyedot air untuk membuang genangan dari area pemukiman ke pembuangan akhir.
“Hari ini kami hadir memberikan dukungan moril dan bantuan logistik. Warga menyampaikan bahwa mereka sangat membutuhkan mesin pompa air untuk membuang genangan yang masuk ke pemukiman. Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar ada penanganan jangka panjang,” tegas AKP Turkhan.
Ancaman Sanitasi dan Kesehatan
Ketua Bhayangkari Ranting Sragi, Ny. Yani Turkhan, menambahkan bahwa pemberian alat pembersih lantai merupakan upaya mitigasi terhadap risiko penyakit kulit dan diare yang kerap menghantui warga di wilayah rob. Lumpur dan kuman yang dibawa air laut dinilai sangat membahayakan kesehatan keluarga jika tidak dibersihkan secara rutin.
