“Kami berikan alat pel karena warga setiap hari harus membersihkan lantai dari sisa air rob yang membawa lumpur dan kuman. Semoga bantuan kecil ini bermanfaat bagi ibu-ibu di Desa Depok,” ungkap Ny. Yani.
Meski air fluktuatif antara 20 hingga 50 sentimeter masuk ke dalam rumah, warga Desa Depok memilih untuk tetap bertahan dan tidak mengungsi. Mereka kini menggantungkan harapan pada janji pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan stasiun pompa di tahun 2026 sebagai titik terang dari lima tahun masa kegelapan akibat rob. (had)
