Woto, seorang tukang becak asal Bendan Kergon, mengaku kini lebih waspada dan enggan tergiur harga murah. “Kami jadi paham cara membedakan mana rokok yang resmi dan mana yang ilegal. Ini mencegah kami agar tidak tergiur harga murah tapi ilegal,” tandasnya.
Pemerintah Kota Pekalongan memastikan akan terus menggelar operasi pasar secara berkala guna memastikan target “Zero Rokok Ilegal” di wilayahnya dapat segera terealisasi. (nul)
