RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bergerak cepat menanggulangi dampak banjir yang merendam sejumlah wilayah. Sebagai langkah strategis, empat unit pompa air mobil (mobile pump) bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi diterjunkan untuk mempercepat penurunan debit genangan air di titik-titik krusial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menyatakan bahwa operasional pompa bergerak ini sepenuhnya didukung oleh Pemkab, termasuk penyediaan bahan bakar minyak (BBM). Fokus penempatan pompa berada di wilayah pesisir yang memiliki risiko genangan paling lama.
“Mobile pump tersebut ditempatkan di beberapa titik, antara lain Desa Mulyorejo, Karangjompo, Tegaldowo, dan lokasi lainnya. Kita berharap ini bisa mengurangi banjir,” ujar Yulian Akbar di Kajen, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga:Cetak Generasi Tangguh, Ratusan Pramuka Siaga Batang Adu Kreativitas di Pesta Siaga 2026 GOR AbirawaPersik Kendal Lolos 8 Besar Liga 4 Jateng, Ribuan Suporter Laskar Bahurekso Rayakan Kepulangan Tim
Status Tanggap Darurat dan Kesiagaan Wilayah
Sekda menegaskan bahwa saat ini Kabupaten Pekalongan masih berada dalam status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor. Berdasarkan peringatan dini BMKG, curah hujan tinggi diprediksi masih akan mengguyur wilayah ini hingga akhir Januari.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Pekalongan telah menginstruksikan seluruh jajaran kepala wilayah, terutama para camat, untuk tetap bersiaga penuh di lokasi masing-masing.
“Dinas teknis juga sudah kami minta untuk melakukan assessment di lapangan. Posisi kita saat ini masih tanggap darurat. Kami minta camat standby untuk memantau dinamika di lapangan,” tegas Sekda secara lugas.
Pergeseran Anggaran DTT untuk Logistik Pengungsi
Guna memastikan kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi, Pemkab Pekalongan telah berkoordinasi dengan DPRD untuk melakukan pergeseran anggaran. Dana Tidak Terduga (DTT) akan segera dicairkan untuk menopang dapur umum dan kebutuhan dasar warga di posko pengungsian.
“DTT akan kita manfaatkan untuk memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi. Dinas Sosial dan BPBD sudah diperintahkan untuk segera melakukan akses pencairan DTT,” ungkapnya.
Mitigasi Infrastruktur dan Penanganan Longsor
Selain penanganan banjir di wilayah bawah, Pemkab juga fokus pada penguatan tanggul di lokasi rawan seperti Tanggul Melintang dan area Tegaldowo. Rencananya, pergeseran anggaran untuk perbaikan infrastruktur fisik ini akan dieksekusi pada awal Februari mendatang.
