Putus Rantai Penularan, MSI dan Dinkes Pekalongan Sisir 347 Kontak Serumah Pasien TBC untuk Skrining

Putus Rantai Penularan, MSI dan Dinkes Pekalongan Sisir 347 Kontak Serumah Pasien TBC untuk Skrining
ISTIMEWA SKRINING - MSI Pekalongan bersama Dinkes mengintensifkan kegiatan skrining TBC melalui metode active case finding dengan menyasar kontak serumah pasien.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Upaya eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Pekalongan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kota Pekalongan bersama Dinas Kesehatan setempat resmi menggelar aksi active case finding (penemuan kasus aktif) dengan menyasar ratusan warga yang tinggal satu rumah dengan pasien TBC.

Kegiatan intensif ini dipusatkan di halaman Puskesmas Pekalongan Selatan dan berlangsung secara maraton selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 27–30 Januari 2026. Skrining dilakukan serentak di empat wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Pekalongan Selatan, Medono, Bendan, dan Tirto.

Ketua MSI Kota Pekalongan, Ira Septiawati, menjelaskan bahwa metode jemput bola ini sengaja dipilih untuk menjangkau kelompok yang paling berisiko tertular namun sering kali tidak menyadari gejalanya.

Baca Juga:Persik Kendal Lolos 8 Besar Liga 4 Jateng, Ribuan Suporter Laskar Bahurekso Rayakan Kepulangan TimHarlah ke-58 MI Salafiyah Ngalian Pekalongan: Padukan Nilai Salaf dan Modernitas Demi Generasi Emas

“Kegiatan ini merupakan active case finding, yaitu kami secara aktif mengundang kontak serumah pasien TBC untuk dilakukan skrining oleh petugas puskesmas. Pemeriksaannya meliputi pengecekan dahak, pemeriksaan klinis, hingga pemeriksaan darah. Hasilnya nanti akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya penularan,” terang Ira Septiawati saat ditemui di lokasi, Jumat (30/1/2026).

Menyasar 347 Orang Kelompok Rentan

Data sasaran skrining ini diambil secara akurat dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), mencakup riwayat pasien TBC bakteriologis sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 347 orang di seluruh Kota Pekalongan teridentifikasi sebagai kontak serumah yang wajib menjalani pemeriksaan.

Ira menekankan bahwa keluarga pasien adalah garda terdepan yang paling rentan terpapar droplet atau percikan udara yang mengandung bakteri. Penyisiran ini krusial untuk memutus mata rantai penularan di tingkat rumah tangga.

“Kontak serumah memang menjadi kelompok paling rentan karena penularan TBC terjadi melalui udara atau droplet. Oleh karena itu, penyisiran terhadap keluarga yang tinggal satu rumah menjadi sangat penting untuk memutus mata rantai penularan,” ungkapnya.

Kejar Target Eliminasi 2028

Aksi nyata ini selaras dengan mandat Kementerian Kesehatan serta ambisi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2028—dua tahun lebih awal dari target nasional. Dalam pembagian tugasnya, MSI fokus pada pendampingan dan investigasi kontak, sementara tim medis puskesmas menangani aspek klinis dan laboratorium.

0 Komentar