RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Alun-alun Batang berubah menjadi lautan manusia saat sekitar 7.100 warga Nahdliyyin berkumpul dalam Apel Kemanusiaan yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Kegiatan dalam rangka memperingati Satu Abad NU ini menjadi panggung unjuk kekuatan sekaligus aksi nyata kepedulian warga NU terhadap situasi bencana di Tanah Air.
Suasana semakin semarak dengan berbagai atraksi memukau dari badan otonom (Banom) NU. Mulai dari marching band Garfa Nada Fatayat NU Kendal hingga aksi Glagar Wisanggeni GP Ansor Batang. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah penampilan bela diri dari pendekar Pagar Nusa yang tampil atraktif di hadapan ribuan peserta.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, menegaskan bahwa seluruh elemen NU bersatu padu dalam aksi ini. Bahkan, Ketua Umum Pagar Nusa yang juga menjabat Bupati Blora, Arief Rohman, turut mendampingi langsung para pendekarnya.
Baca Juga:Polres Pekalongan Kota Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Balap Liar dan Knalpot Brong Jadi Incaran!Dua Pekan Banjir Rendam 4 Desa di Tirto Pekalongan, 1.600 Jiwa Mengungsi di 17 Titik Darurat
“Mulai dari Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, hingga Pagar Nusa hadir semua. NU selalu hadir untuk peduli pada persoalan kemanusiaan dan kebangsaan. Apel akbar ini menjadi wujud kepedulian warga Nahdliyyin terhadap persoalan kemanusiaan,” ujar Gus Rozin saat ditemui di sela acara, Minggu (1/2/2026).
Bantu Korban Bencana Hingga ke Aceh
Gus Rozin menambahkan bahwa kehadiran NU tidak hanya bersifat seremonial di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa NU secara aktif menerjunkan relawan dan bantuan langsung ke berbagai daerah terdampak bencana di Indonesia, termasuk aksi kemanusiaan yang sedang berjalan di Aceh.
Sebelum puncak apel, PWNU Jateng juga telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat bawah, seperti layanan kesehatan gratis dan donor darah secara massal.
Pemilihan Kabupaten Batang sebagai lokasi pusat peringatan Satu Abad NU tingkat Jawa Tengah pun bukan tanpa alasan. Faktor geografis menjadi pertimbangan utama.
“Letaknya strategis dan mudah dilewati, baik dari jalur Pantura maupun jalur selatan Jawa Tengah. Ini memudahkan akses bagi warga NU dari berbagai daerah untuk berkumpul,” ungkap Gus Rozin.
