Lawan Kejenuhan Siswa, TK Islam Nusantara Pekalongan Inovasikan Metode Belajar 'GEPREK' yang Seru

Lawan Kejenuhan Siswa, TK Islam Nusantara Pekalongan Inovasikan Metode Belajar \'GEPREK\' yang Seru
MALEKHA INOVASI - TK Islam Nusantara Medono, Kota Pekalongan, resmi meluncurkan inovasi pembelajaran kreatif bernama Gema Eksplorasi Permainan Interaktif dan Edukatif (GEPREK).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Menghadapi tantangan kejenuhan belajar pada anak usia dini, TK Islam Nusantara Medono, Kota Pekalongan, melakukan terobosan radikal. Sekolah ini resmi meluncurkan inovasi pembelajaran kreatif bertajuk Gema Eksplorasi Permainan Interaktif dan Edukatif (GEPREK) sebagai antitesis model pembelajaran konvensional yang sering kali kaku.

Metode GEPREK yang mulai diimplementasikan pada semester awal tahun ajaran 2025/2026 ini didesain khusus agar proses transfer ilmu tidak lagi membebani mental anak. Fokus utamanya adalah mengubah persepsi belajar dari kewajiban yang membosankan menjadi aktivitas bermain yang bermakna.

Inisiator metode GEPREK, Nabilah, menjelaskan bahwa inovasi ini berawal dari kegelisahan melihat anak-anak yang merasa tertekan dengan gaya belajar formal.

Baca Juga:Dua Pekan Banjir Rendam 4 Desa di Tirto Pekalongan, 1.600 Jiwa Mengungsi di 17 Titik DaruratHasil Liga 4 Jateng, Persik Kendal Takluk dari Persibangga di Kandang, Laskar Bahurekso Siap Balas

“Latar belakangnya sederhana, ingin menyenangkan anak. Supaya belajar itu tidak terasa menakutkan atau bikin trauma,” ujar Nabilah saat ditemui di sela aktivitas mengajar, Selasa (3/2/2026).

Belajar Tanpa Terasa Belajar

Dalam praktik GEPREK, bermain bukan lagi sekadar selingan setelah materi selesai, melainkan medium utama penyampaian literasi dan sains. Melalui permainan tematik, siswa diajak mengenal fenomena alam hingga dasar-dasar membaca secara alami tanpa harus dipaksa duduk diam dalam waktu lama—sesuatu yang sulit dilakukan anak usia dini.

Nabilah menekankan bahwa metode ini mampu menangkap fokus anak yang biasanya hanya bertahan selama lima menit. Dengan keterlibatan fisik dan emosional dalam permainan, pesan edukasi tersampaikan lebih efektif.

“Kadang anak lima menit saja duduk sudah tidak bisa. Nah, lewat permainan ini, membaca dan belajar jadi terasa menyenangkan. Anak bisa sadar, oh ternyata kita sedang belajar tentang matahari, tentang lingkungan, dan sebagainya,” tambah Nabilah.

Raih Prestasi Inovasi Terbaik

Tentu saja, penerapan metode baru ini bukan tanpa hambatan. Nabilah mengakui tantangan terbesar adalah ketika anak hanya terpaku pada satu jenis permainan favorit. Hal ini menuntut para pendidik di TK Islam Nusantara untuk lebih persuasif dan adaptif sebagai fasilitator di kelas.

Hasil kerja keras tim pendidik ini pun membuahkan pengakuan resmi. Pemerintah Kota Pekalongan memberikan apresiasi tinggi dengan menetapkan TK Islam Nusantara sebagai Juara 3 Inovasi Aktif Terbaik kategori PAUD/PNF.

0 Komentar