Transformasi Madrasah: MTs N Batang Mulai Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Transformasi Madrasah: MTs N Batang Mulai Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning
NOVIA ROCHMAWATI BIMTEK - Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 yang digelar di MTs Negeri Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Batang resmi memasuki babak baru yang lebih humanis. MTs Negeri Batang menjadi pusat sosialisasi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan metode Pembelajaran Mendalam (deep learning) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025, Selasa (3/2/2026).

Langkah progresif ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional Kementerian Agama untuk menyelaraskan kurikulum yang tidak hanya mengejar angka, tetapi juga menyentuh hati. Bimtek ini diikuti oleh seluruh kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum jenjang MA serta MTs wilayah binaan timur Kabupaten Batang.

Pengawas Madrasah, Dra. Hj. Minarsih, M.Pd., yang memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa regulasi terbaru ini mewajibkan madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang penuh empati.

Baca Juga:Siswa SDN 1 Petung Kendal Sambut Antusias Makan Bergizi Gratis Perdana, Menunya Ada Bandeng Presto!Polres Pekalongan Kota Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Balap Liar dan Knalpot Brong Jadi Incaran!

“Kepemimpinan kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum sangat menentukan keberhasilan implementasi kurikulum ini. Mereka menjadi penggerak utama agar pembelajaran benar-benar berpusat pada murid,” ujar Hj. Minarsih di sela kegiatan.

Bukan Sekadar Akademik, Tapi Penguatan Karakter

Hj. Minarsih menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menitikberatkan pada penguatan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan. Harapannya, tidak ada lagi siswa yang merasa tertekan saat menimba ilmu di madrasah. Sementara itu, metode Deep Learning dirancang agar siswa mampu berpikir kritis dan memiliki pemahaman konseptual yang kuat, bukan sekadar menghafal materi.

Penerapan kurikulum ini secara serentak mulai diberlakukan pada semester ini sebagai perubahan atas KMA 450 Tahun 2024. Madrasah dituntut lebih adaptif dalam merancang proses evaluasi yang sistematis namun tetap inklusif.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami ingin memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan Pembelajaran Mendalam diarahkan untuk membangun pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif peserta didik,” tambahnya secara lugas.

Menyongsong Generasi Berkarakter Islami

Penerapan KBC dan deep learning ini diyakini akan mengubah wajah madrasah menjadi lebih humanis. Dengan lingkungan yang mendukung, mutu pendidikan diharapkan meningkat seiring dengan lahirnya generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan intelektual sesuai nilai-nilai keislaman.

Para kepala madrasah kini memiliki tanggung jawab besar untuk mengoordinasikan perencanaan hingga evaluasi agar filosofi “cinta” dalam kurikulum ini benar-benar dirasakan oleh setiap siswa di dalam kelas. Strategi ini diharapkan menjadi kunci sukses transformasi pendidikan madrasah di Kabupaten Batang menuju standar internasional yang berkarakter lokal. (nov)

0 Komentar