Cuaca Ekstrem Melanda, 9,6 Ton Beras Paceklik Disalurkan untuk Penyelamat Ekonomi Nelayan di Kendal

Cuaca Ekstrem Melanda, 9,6 Ton Beras Paceklik Disalurkan untuk Penyelamat Ekonomi Nelayan di Kendal
ABDUL GHOFUR BERAS PACEKLIK — Sejumlah kapal nelayan terpaksa tidak melaut akibat cuaca ekstrem dan bersandar di kawasan Tawang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda perairan utara Jawa berdampak serius bagi sektor perikanan. Menanggapi situasi tersebut, Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Jaya Kendal bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa 9,615 ton beras paceklik kepada para nelayan di Kabupaten Kendal.

Bantuan ini menjadi “nafas baru” bagi nelayan yang menjual hasil tangkapannya melalui sistem lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Mengingat gelombang tinggi membuat banyak nelayan terpaksa menyandarkan kapal dan kehilangan sumber penghasilan utama, beras paceklik hadir sebagai jaring pengaman ekonomi yang krusial.

Ketua KUD Mina Jaya Kendal, Pudjiharto, menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab koperasi dalam melindungi kesejahteraan anggotanya saat kondisi alam tidak bersahabat.

Baca Juga:Cegah Kepunahan, Dekranasda Batang Arsipkan 16 Motif Batik Rifa'iyah Berusia Ratusan Tahun ke KertasBunda PAUD Inggit Soraya Luncurkan Program Bercanda, Cara Unik Perkuat Literasi Anak di Pekalongan

“Beras paceklik ini dibagikan kepada nelayan yang aktif melelangkan ikan di lima TPI, yakni TPI Tawang, Sendangsikucing, Bandengan, Karangsari, dan Tanggulmalang. Ini murni dari simpanan nelayan sendiri yang dikumpulkan saat lelang ikan,” ujar Pudjiharto, Senin (2/2/2026).

Sistem Simpanan Mandiri Nelayan

Pudjiharto menjelaskan, jumlah beras yang diterima setiap nelayan bersifat proporsional, tergantung pada nilai transaksi lelang yang mereka lakukan sepanjang tahun. Semakin aktif nelayan melakukan lelang, semakin besar pula hak beras yang mereka terima.

Tak hanya beras, pihak koperasi juga mencairkan dana tabungan atau saving bagi para nelayan dan bakul ikan yang dibagikan dua kali setahun.

“Di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang, KUD Mina Jaya hadir dan tanggap. Kami salurkan dana saving dan beras paceklik agar nelayan tetap bisa bertahan hidup meski tidak bisa melaut,” tegas Pudjiharto secara lugas.

Penyelamat di Tengah Paceklik Ikan

Penyaluran ini melibatkan tokoh masyarakat dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh para pelaut di pesisir Kendal.

Ketua Rukun Nelayan Desa Gempolsewu, Nuryanto, menyebutkan bahwa kombinasi beras paceklik dan dana saving sangat meringankan beban dapur keluarga di tengah ketidakpastian cuaca.

“Cuaca ekstrem membuat kami sering tidak bisa melaut. Beras paceklik ini benar-benar menjadi penopang kebutuhan keluarga. Ditambah dana saving yang sudah kami terima, ini sangat meringankan beban kami,” kata Nuryanto penuh syukur.

0 Komentar