Antisipasi Banjir Susulan, 14 Stasiun Pompa Sungai Bremi-Meduri Pekalongan Kini Beroperasi 24 Jam Penuh

Antisipasi Banjir Susulan, 14 Stasiun Pompa Sungai Bremi-Meduri Pekalongan Kini Beroperasi 24 Jam Penuh
WAHYU HIDAYAT GOTONG ROYONG – Warga bergotong royong menambal tanggul Sungai Bremi di RT 03 RW 01 Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, yang jebol dengan sandbag dan trucuk bambu, Kamis (29/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengambil langkah ekstra guna melindungi warga dari ancaman banjir. Sebanyak 14 stasiun pompa yang tersebar di sepanjang aliran Sungai Bremi dan Meduri kini resmi dioperasikan selama 24 jam penuh tanpa henti.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan tinggi menghadapi potensi banjir susulan maupun limpasan air sungai yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat cuaca ekstrem. Untuk mendukung kebijakan ini, DPUPR menyiagakan puluhan tenaga ahli guna memastikan mesin penyedot air tetap bekerja optimal.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengubah total skema jam kerja para petugas di lapangan untuk menutup celah kekosongan pengawasan.

Baca Juga:10 Anggota DPRD Kendal Absen di Musrenbang Ngampel, Warga Kecewa Aspirasi Tak Dikawal Wakil RakyatOperasi Keselamatan Candi 2026: Polres Pekalongan Tambal Jalan Berlubang demi Tekan Angka Kecelakaan

“Di sepanjang Sungai Bremi dan Meduri terdapat 14 stasiun pompa yang setiap hari rutin melakukan penyedotan air. Untuk mendukung operasional tersebut, kami menyiagakan sebanyak 31 tenaga khusus penjaga pompa yang bekerja selama 24 jam,” ungkap Khaerudin, Rabu (3/2/2026).

Tambah Shift Ekstra di Jam Rawan

Jika sebelumnya operasional hanya dibagi dalam dua shift kerja, kini DPUPR menambah satu shift ekstra yang mencakup waktu tengah malam hingga pagi buta. Hal ini dilakukan karena jam-jam tersebut sering kali menjadi waktu krusial kenaikan debit air sungai.

Berikut adalah pembagian jadwal kerja baru petugas pompa:

  • Shift 1: 07.30 – 15.30 WIB
  • Shift 2: 15.30 – 23.30 WIB
  • Shift 3 (Terbaru): 23.30 – 07.30 WIB

“Ini memang sengaja kami lakukan agar sewaktu-waktu terjadi limpasan atau peningkatan debit air, petugas sudah siap di lapangan. Tujuannya agar penanganan genangan bisa lebih cepat dan efektif,” tambah Khaerudin secara lugas.

Pompa Bakal “Lumpuh” Jika Tanggul Jebol

Meski operasional dimaksimalkan, Khaerudin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keterbatasan teknis mesin pompa. Ia menjelaskan bahwa pompa air memiliki batas efektivitas, terutama ketika berhadapan dengan bencana skala besar seperti tanggul yang jebol.

“Kalau air sungai sudah limpas atau tanggul jebol, pompa akan lumpuh karena memang tidak efektif. Oleh sebab itu, pengoperasian pompa kami sesuaikan dengan kondisi sungai. Ketika air mulai surut, barulah stasiun pompa bisa dioperasikan secara optimal,” terangnya.

0 Komentar