RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabar gembira bagi para orang tua siswa di Kabupaten Kendal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mandek di sejumlah titik selama beberapa hari terakhir dipastikan kembali berjalan normal. Operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut kembali aktif mulai Kamis (5/2/2026).
Sebelumnya, penghentian sementara ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terutama di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung. Kendala pencairan anggaran menjadi alasan utama di balik dapur layanan yang sempat “dingin” dan tidak mendistribusikan makanan kepada para siswa.
Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana, membenarkan adanya persoalan administratif tersebut namun menegaskan bahwa kendala dana operasional sudah teratasi.
Baca Juga:10 Anggota DPRD Kendal Absen di Musrenbang Ngampel, Warga Kecewa Aspirasi Tak Dikawal Wakil RakyatOperasi Keselamatan Candi 2026: Polres Pekalongan Tambal Jalan Berlubang demi Tekan Angka Kecelakaan
“Alhamdulillah, anggarannya sudah cair tadi malam. Mulai besok kami pastikan semua SPPG yang sempat berhenti kembali beroperasi. Tidak benar kalau disebut dihentikan (permanen). Ini hanya kendala sementara. Sekarang sudah normal kembali,” tegas Muhammad Faris Maulana saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).
24 SPPG Mulai Belanja Bahan Pokok
Faris merinci, setidaknya terdapat 24 unit SPPG di Kabupaten Kendal yang terdampak keterlambatan pencairan anggaran tersebut. Begitu dana masuk ke rekening pengelola, para petugas langsung bergerak cepat melakukan pengadaan bahan pangan segar mulai dari beras, sayur-mayur, lauk-pauk, hingga buah-buahan.
Proses produksi makanan atau memasak dilakukan serentak agar distribusi pada Kamis pagi tidak mengalami keterlambatan. Hal ini sekaligus menjawab keresahan warga di media sosial yang sempat mengira program ini akan dihentikan secara total.
“Hari ini teman-teman sudah belanja bahan dan mulai memasak. Besok semua penerima manfaat kembali menerima makanan seperti biasa. Kami berkomitmen menjaga layanan tetap berjalan tanpa hambatan,” ujar Faris secara lugas.
Evaluasi Sistem Pengelolaan Anggaran
Terhentinya program selama sepekan di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Kaliwungu sejak 29 Januari lalu, menjadi catatan penting bagi pengelola. Sejumlah wali murid berharap agar distribusi makanan bergizi ini tidak lagi terputus karena sangat membantu asupan gizi anak-anak di sekolah.
Pihak SPPG Kendal pun berjanji akan melakukan perbaikan sistem koordinasi internal agar hambatan birokrasi tidak lagi mengorbankan hak gizi para siswa.
