RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Permata Madani Paramarta Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan surplus usaha tahun 2025 mencapai Rp 1,54 miliar. Atas keberhasilan tersebut, lembaga ini secara resmi meluncurkan penyaluran Dana Sosial dan Dana Desa senilai total Rp 523,2 juta, Rabu (4/2/2026).
Penyaluran dana tersebut dialokasikan dalam dua kategori, yakni Rp 395 juta untuk dana sosial dan Rp 128,2 juta untuk dana desa. Langkah nyata ini menjadi bukti keberhasilan transformasi ekonomi desa yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat luas.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir dalam acara peluncuran di aula Bumdesma, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengelolaan usaha yang dinilai sangat profesional tersebut.
Baca Juga:Jalan Rusak Makan Korban, Pemkab Batang Desak Pemprov Jateng Segera Perbaiki Ruas Banyuputih-PlantunganPembunuh Baladiva Divonis Mati! PN Kendal Kabulkan Tuntutan Jaksa, Tangis Haru Keluarga Pecah
“Ini adalah capaian luar biasa. Bumdesma Permata Madani berhasil membuktikan bahwa lembaga ekonomi desa bisa tumbuh sehat, mandiri, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga. Kami akan terus mendukung program yang berpihak kepada rakyat kecil dan mendorong pemerataan ekonomi desa,” tegas Bupati Dyah Kartika di hadapan para pengelola.
Aset Tembus Rp 21 Miliar
Camat Singorojo, Candra Putra, mengungkapkan bahwa kesehatan finansial Bumdesma Permata Madani tecermin dari pertumbuhan asetnya yang kini menyentuh angka Rp 21,08 miliar. Keberhasilan ini didorong oleh diversifikasi unit usaha yang menyentuh berbagai kebutuhan warga.
Saat ini, Bumdesma tersebut mengelola berbagai unit bisnis, mulai dari dana bergulir masyarakat, pembiayaan, kemitraan usaha, minimarket, toko pertanian, hingga jasa rental mobil yang dikelola oleh 21 pegawai di Desa Ngareanak dan Desa Kedungsari.
“Total aset Bumdesma kini mencapai Rp 21,08 miliar. Pada 2025, kami mencatat surplus Rp 1,54 miliar. Ini menunjukkan pengelolaan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Candra Putra bangga.
Bantuan Sembako hingga Bedah Rumah
Direktur Dana Bergulir Masyarakat Bumdesma, Nur Yasin, merinci bahwa dana sosial tersebut telah dikonversi menjadi berbagai bantuan nyata yang menyasar masyarakat pra-sejahtera. Distribusi bantuan dilakukan secara teliti agar memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami menyalurkan 869 paket sembako, bantuan TPQ dan Madin, program bedah rumah di Desa Cening, pembangunan musala di Desa Trayu dan Kedungsari, hingga bantuan modal usaha kecil,” papar Nur Yasin.
