RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Material longsoran berupa tanah dan batang kayu berukuran besar akibat longsor tebing di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, memicu kekhawatiran serius. Sumbatan masif di aliran Sungai Kali Terong tersebut dinilai berpotensi menyebabkan banjir bandang jika tidak segera ditangani secara cepat oleh pemerintah daerah.
Menindaklanjuti ancaman tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memimpin langsung koordinasi lintas instansi untuk melakukan pembersihan besar-besaran. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Perhutani, BPBD, hingga pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menyingkirkan sumbatan kayu-kayu tua yang membendung arus air.
“Dengan adanya longsor tebing Gunung Prau, kami melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Damkar, hingga pemerintah desa untuk kerja bakti membersihkan tanah longsoran dan kayu-kayu besar. Meski area longsor jauh dari pemukiman, tetap kita bersihkan. Karena jika timbunan kayu-kayu besar tidak dibersihkan, bisa membendung air dan meluap sehingga berdampak ke masyarakat,” ujar Bupati Dyah Kartika, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga:Pembunuh Baladiva Divonis Mati! PN Kendal Kabulkan Tuntutan Jaksa, Tangis Haru Keluarga PecahBupati Fadia Arafiq Siap Perang Lawan Sampah! Kabupaten Pekalongan Dukung Penuh Arahan Presiden Prabowo
Bantah Isu Penebangan Liar dan Penambangan
Bupati menegaskan bahwa peristiwa longsor ini murni disebabkan oleh faktor alam akibat curah hujan yang sangat tinggi, bukan karena aktivitas pembalakan liar. Berdasarkan pantauan, pohon-pohon yang tumbang ke sungai merupakan pohon tua yang sudah mati.
Terkait keresahan warga di media sosial mengenai adanya alat berat di kawasan Gunung Prau, Bupati mengklarifikasi bahwa keberadaan ekskavator tersebut bukan untuk aktivitas penambangan.
“Tidak ada galian-galian tanah seperti yang dikhawatirkan warga. Ekskavator itu digunakan untuk program Sengkuyung TNI di Desa Kediten untuk membuka jalur pendakian wisata, bukan untuk penambangan,” tegasnya secara lugas untuk menepis spekulasi liar di masyarakat.
Penyelamatan Sumber Mata Air Warga
Selain ancaman banjir bandang, sumbatan di Kali Terong juga berdampak pada pasokan air bersih. Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, yang mendampingi Bupati ke lokasi, menjelaskan bahwa area tersebut merupakan titik sumber mata air vital bagi penduduk sekitar.
“Yang kita khawatirkan air tidak lancar dan tersumbat sehingga terbendung material lain dan berpotensi banjir bandang. Di lokasi itu ada sumber mata air warga. Kalau tidak diperbaiki, masyarakat akan kesulitan memperoleh air karena pipa-pipa yang ada ikut terdampak,” jelas Agus.
