Banjir Pekalongan Mengganas! DPUPR Kerahkan Puluhan Pompa Mobile ke Titik Terparah, Warga Bisa Pinjam

Banjir Pekalongan Mengganas! DPUPR Kerahkan Puluhan Pompa Mobile ke Titik Terparah, Warga Bisa Pinjam
ISTIMEWA POMPA MOBILE – Salah satu pompa mobile pinjaman dari BBWS dikerahkan DPUPR Kota Pekalongan untuk menangani genangan banjir di kota batik.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan bergerak cepat mengatasi kepungan banjir yang merendam sejumlah wilayah. Puluhan unit pompa mobile kini dikerahkan secara masif ke berbagai titik genangan strategis guna mempercepat penyusutan air dan memulihkan aktivitas warga.

Langkah ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan bantuan armada pompa dari Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi wilayah yang memiliki genangan cukup dalam dan sulit surut secara alami.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menegaskan bahwa delapan unit pompa mobile milik Pemkot telah disebar ke titik-titik krusial, mulai dari kawasan Tirto hingga Podosugih.

Baca Juga:Tragedi Ban Hanyut di Sungai Kalibodri Kendal, Dua Warga Selamat, Satu Korban Masih Hilang MisteriusKejari Batang Bongkar Maladministrasi PLN, Rp 7,3 Miliar Kelebihan Bayar Kembali ke Kas Daerah

“Upaya kami dalam penanganan banjir di Kota Pekalongan dilakukan dengan menempatkan pompa-pompa mobile di wilayah terdampak. Alhamdulillah, DPUPR Kota Pekalongan melalui Bidang SDA saat ini memiliki delapan unit pompa mobile yang sewaktu-waktu bisa dimobilisasi ke lokasi genangan cukup besar,” ujar Khaerudin, Jumat (6/2/2026).

Sinergi Lintas Sektor: Pompa BBWS dan Provinsi Diterjunkan

Untuk memperkuat daya sedot air, bantuan dari BBWS ditempatkan di wilayah kritis seperti Meduri dan Gang 12-16 Tirto. Sementara itu, bantuan dari BPSDA Pemali Comal difokuskan untuk menyedot air di Jalan Teuku Umar (Pasir Sari) serta wilayah di belakang Mako Brimob, Kelurahan Setono.

Khaerudin merinci bahwa penempatan pompa dilakukan berdasarkan skala prioritas dampak. Di wilayah Bandengan dan Bendingsari, dua unit pompa dikerahkan untuk membendung limpasan Sungai Bremi. Sedangkan di sebelah RSU Bendan, satu unit pompa disiagakan karena tingginya genangan di kawasan perumahan tersebut.

“Kapasitas pompa bantuan dari BBWS mencapai 500 liter per detik, sedangkan milik Pemkot bervariasi mulai 100 hingga 500 liter per detik. Kami melihat kondisi lapangan secara dinamis. Jika satu lokasi sudah kondusif, pompa bisa kami geser ke titik lain yang membutuhkan,” tegasnya secara lugas.

Warga Diizinkan Pinjam Pompa Mobile

Kabar baik bagi masyarakat yang pemukimannya masih terisolasi air, DPUPR membuka peluang bagi warga untuk meminjam pompa mobile tersebut. Namun, Khaerudin menekankan adanya syarat teknis agar operasional pompa berjalan efektif.

0 Komentar