Pekerja Kapal Cantrang Terjepit Baling-Baling di Sungai Sambong Batang, Korban Hilang Terbawa Arus

Pekerja Kapal Cantrang Terjepit Baling-Baling di Sungai Sambong Batang, Korban Hilang Terbawa Arus
M. DHIA THUFAIL PENCARIAN KORBAN - Tim SAR Gabungan melakukan proses pencarian korban yang tenggelam di Sungai Sambong saat sedang memperbaiki kipas kapal, Minggu (8/2/2026) pagi.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kecelakaan kerja tragis menimpa seorang awak kapal cantrang di perairan Sungai Sambong, Kabupaten Batang, Minggu pagi, 8 Februari 2026. Korban dilaporkan terjepit baling-baling kapal saat melakukan perbaikan mesin bawah air sebelum akhirnya hilang terseret derasnya arus sungai.

Korban teridentifikasi bernama Eko Kudiran, warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Batang. Insiden nahas ini terjadi di atas kapal KM Tunggal Pangestu yang tengah bersandar di sebelah timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) AKR Batang.

Kasatpolairud Polres Batang, IPTU Eko Nugrahanto, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu sore, tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk menemukan keberadaan korban.

Baca Juga:Kejari Batang Bongkar Maladministrasi PLN, Rp 7,3 Miliar Kelebihan Bayar Kembali ke Kas DaerahJahirin, Anggota DPRD Pekalongan yang Bawa Napas Advokasi Hukum dari Ruang Sidang ke Kursi Parlemen

“Benar, telah terjadi kecelakaan kerja di kapal cantrang. Saat ini tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk mencari korban. Korban sempat terlepas dari jepitan baling-baling setelah saksi memutar kemudi untuk menolong, namun setelah itu korban terbawa arus Sungai Sambong dan tenggelam,” kata IPTU Eko Nugrahanto, Minggu (8/2/2026).

Kronologi: Terjepit Saat Menyelam Tradisional

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula saat Eko Kudiran bersama seorang rekannya melakukan inspeksi pada bagian kipas atau baling-baling kapal yang mengalami gangguan teknis. Keduanya menggunakan alat selam tradisional untuk memeriksa bagian bawah kapal.

Nahas, saat saksi menyusul menyelam ke bawah, ia menemukan Eko sudah dalam kondisi terjepit di antara bilah baling-baling. Saksi sempat berupaya memutar kemudi kapal agar jepitan tersebut melonggar. Meski berhasil lepas, tubuh Eko yang sudah lemas langsung tersapu arus sungai yang sedang meningkat.

“Korban lebih dulu menyelam ke bawah kapal untuk memeriksa kipas. Namun, saat berada di bawah kapal, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi terjepit. Upaya penyelamatan dilakukan, tapi arus sungai yang deras menyulitkan pencarian,” jelas IPTU Eko lebih lanjut.

Kendala Arus Deras dan Air Keruh

Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Satpolairud Polres Batang, TNI Angkatan Laut, relawan, hingga nelayan setempat. Tim menggunakan perahu karet untuk menyisir titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi tersangkutnya korban.

0 Komentar