RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal menggelar pelatihan besar-besaran bagi 340 imam dan takmir masjid se-Karesidenan Semarang Raya. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Mujahidin Kendal, Minggu (8/2/2026) ini bertujuan untuk mentransformasi manajemen masjid agar lebih profesional, modern, dan berdampak bagi kemakmuran umat.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta para pengelola masjid dari berbagai wilayah. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan masjid tidak hanya sekadar menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat solusi persoalan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Jumali, menegaskan bahwa kompetensi manajerial kini menjadi kebutuhan mendesak bagi para pengelola masjid Muhammadiyah.
Baca Juga:Inspiratif! Anak Petani Wonotunggal Batang Tembus Beasiswa UGM Hingga Jadi Ketua SEMA UIN KalijagaPersiapan Haji 2026, 345 Calon Jemaah Kota Pekalongan Mulai Manasik, Wali Kota Aaf Jamin Pelayanan
“Kami ingin imam dan takmir memiliki kompetensi keagamaan yang kuat sekaligus kemampuan manajerial yang profesional. Masjid tidak boleh dikelola seadanya,” tegas Jumali saat memberikan laporan di lokasi acara.
Masjid Harus Hidup dan Solutif
Ketua PDM Kendal, Ikhsan Intizan, dalam sambutannya memberikan arahan tajam terkait peran strategis masjid. Menurutnya, masjid yang dikelola secara amatir berisiko ditinggalkan oleh jemaahnya. Oleh karena itu, standar profesionalisme menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Masjid bukan hanya tempat shalat. Masjid harus menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan solusi umat. Karena itu, imam dan takmir wajib memiliki pemahaman fikih yang benar dan manajemen yang tertata. Kalau masjid dikelola secara lemah, jamaah akan menjauh. Ini tidak boleh terjadi,” ujar Ikhsan Intizan secara lugas.
Hadirkan Pakar dari Pusat dan Ponpes Tahfidz
Pelatihan ini tidak main-main dalam menghadirkan narasumber. Para peserta mendapatkan asupan ilmu fikih shalat berjamaah langsung dari Asep Sholahuddin (Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah), serta strategi pengelolaan masjid modern dari Kusnadi Ikhwani (LPCR PP Muhammadiyah).
Tak hanya soal manajemen, sisi spiritualitas dan kualitas bacaan imam juga diperdalam. Materi tahsin Al-Qur’an dan kiat menjaga hafalan bagi lansia disampaikan oleh Charis Thobari Rachman, Al Hafidz, yang merupakan Mudir Ponpes Tahfidz Ibnu Juraimi.
Melalui pelatihan intensif ini, PDM Kendal berharap seluruh masjid di bawah naungan Muhammadiyah di Semarang Raya dapat bertransformasi menjadi masjid yang makmur secara spiritual dan mandiri secara ekonomi, sesuai dengan manhaj Muhammadiyah yang berkemajuan. (fur)
