Inspiratif! Anak Petani Wonotunggal Batang Tembus Beasiswa UGM Hingga Jadi Ketua SEMA UIN Kalijaga

Inspiratif! Anak Petani Wonotunggal Batang Tembus Beasiswa UGM Hingga Jadi Ketua SEMA UIN Kalijaga
DOK. ISTIMEWA DILANTIK - Adhif Mambaul Ilmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Ketua SEMA Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2026, Selasa (3/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, YOGYAKARTA – Keterbatasan ekonomi keluarga petani bukan menjadi tembok penghalang bagi Adhif Mambaul Ilmi untuk menggantungkan mimpi setinggi langit. Pemuda asal Dukuh Silegok, Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang ini baru saja membuktikan bahwa anak desa mampu memimpin di kancah akademik nasional.

Adhif resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2026, Selasa (3/2/2026). Capaian mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi ini menjadi simbol ketangguhan pemuda pelosok Batang di tengah ketatnya dinamika organisasi mahasiswa di Yogyakarta.

Lahir dari keluarga petani, Adhif terbiasa hidup sederhana di kaki pegunungan Wonotunggal. Namun, keterbatasan itu justru memicu semangatnya hingga berhasil menembus perguruan tinggi melalui jalur beasiswa.

Baca Juga:Korban Tenggelam Kali Bodri Ditemukan Meninggal, Jasad Muhamad Effendi Terseret Arus Sejauh 10 KilometerHanya 5 Persen Nelayan Batang Bisa Servis Kapal, BPI Latih Puluhan Nelayan Roban Timur Skill Mesin

“Bagi saya, jabatan Ketua SEMA ini bukan sekadar kebanggaan, tapi tanggung jawab moral yang besar. Saya ingin membuktikan bahwa anak dari Dukuh Silegok, yang orang tuanya hanya petani, juga bisa berdiri memimpin mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Adhif saat dihubungi usai pelantikan, Selasa.

Membawa Nilai “Andhap Asor” ke Ruang Organisasi

Selama masa studinya, Adhif dikenal sebagai mahasiswa yang vokal namun tetap memegang teguh etika. Kepekaan sosialnya terhadap isu kesejahteraan mahasiswa lahir dari nilai-nilai kerja keras dan empati yang ia saksikan sendiri saat orang tuanya membanting tulang di sawah.

Baginya, memimpin organisasi mahasiswa bukan sekadar soal jabatan formal, melainkan bagaimana nilai-nilai luhur dari desa dapat diimplementasikan dalam sebuah kebijakan organisasi yang berdampak luas.

“Nilai andhap asor dan ketangguhan yang diajarkan orang tua di sawah itu saya bawa ke ruang-ruang organisasi. Saya ingin SEMA FISHUM tidak hanya aktif dalam forum internal, tetapi benar-benar hadir memberi solusi bagi persoalan mahasiswa dan masyarakat,” tegasnya secara lugas.

Motivasi bagi Pemuda Batang

Kiprah Adhif di Yogyakarta kini menjadi sorotan dan sumber inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Batang. Ia membuktikan bahwa latar belakang keluarga dan asal daerah bukan penentu garis akhir masa depan seseorang.

0 Komentar