Prestasinya menjadi pengingat bagi anak-anak muda di pelosok desa untuk tidak berkecil hati dalam mengejar pendidikan tinggi dan peran kepemimpinan di tingkat nasional.
“Semoga pencapaian ini bisa memotivasi pemuda Batang, terutama di pelosok Wonotunggal. Jangan takut bermimpi hanya karena kita anak desa. Asal daerah dan pekerjaan orang tua bukan batasan untuk menjadi pemimpin,” pungkas Adhif.
Kisah Adhif Mambaul Ilmi adalah potret nyata bahwa dengan tekad kuat dan pendidikan yang tepat, seorang anak petani dari pelosok Batang mampu bersuara lantang di salah satu PTKIN terfavorit di Indonesia. (nov)
